BATAMCLICK.COM: Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam, secercah harapan baru mulai tumbuh. Sebanyak 20 warga binaan tengah bersiap memulai langkah baru—belajar bahasa asing sebagai bekal untuk menyambut masa depan.
Lapas Batam kini menghadirkan program kursus Bahasa Inggris dan Mandarin, hasil kerja sama dengan Batam Tourism Polytechnic (BTP). Program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan bagian dari pembinaan jangka panjang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan nyata, yang akan berguna selama menjalani masa pidana dan setelah mereka bebas nanti.
Kalapas Batam, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan harapannya saat menandatangani perjanjian kerja sama dengan BTP, Selasa (tanggal kegiatan), “Kami berharap ini menjadi awal dari sinergi yang berkelanjutan dalam upaya membina dan meningkatkan kapasitas warga binaan.”
Dalam kunjungannya ke kampus BTP, Yugo bersama rombongan menyempatkan diri meninjau langsung fasilitas pendidikan dan ruang praktik. Mereka juga menggelar rapat koordinasi untuk merancang bentuk sinergi pelaksanaan kursus yang akan dijalankan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BTP. Ini bukan hanya soal pelatihan, tapi tentang memberi kesempatan kedua, harapan, dan kepercayaan diri bagi para warga binaan,” ujarnya.
Program ini rencananya akan diikuti oleh 20 warga binaan hasil seleksi internal. Sebelumnya, Lapas Batam juga telah sukses menggelar kursus bahasa Jerman, yang diikuti antusias oleh para warga binaan.
Melalui program ini, Lapas Batam menunjukkan bahwa pembinaan bukan hanya soal hukuman, tapi juga tentang peluang untuk berubah, belajar, dan menata ulang masa depan.
Sumber: Antara









