BATAMCLICK.COM, Jakarta: Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyampaikan harapan besar terhadap peningkatan ekspor Indonesia saat meresmikan pabrik pendingin ruangan atau AC pertama milik PT Daikin Industries Indonesia (DIID) di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Peresmian yang berlangsung Rabu (14/5/2025) ini tidak hanya menjadi tonggak baru bagi Daikin di Indonesia, tetapi juga diharapkan membuka peluang baru dalam memperluas pasar ekspor produk-produk buatan dalam negeri.
“Selamat atas pembukaan pabrik baru ini. Kami berharap ini menjadi momentum yang memperkuat arus investasi, sekaligus kontribusi nyata Daikin dalam mendorong perluasan pasar ekspor bagi produk Indonesia. Pabrik ini juga dapat menjadi penggerak roda ekonomi nasional,” ujar Roro dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menegaskan bahwa Daikin perlu berperan aktif dalam mendongkrak ekspor Indonesia, salah satunya melalui rencana ekspor ke Filipina yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Tak hanya ekspor, Roro juga mendorong Daikin untuk terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Menurutnya, penggunaan produk lokal bukan hanya soal kebijakan, tetapi langkah strategis untuk memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Saya harap Daikin bisa meningkatkan level TKDN, agar kita bisa lebih mandiri secara industri dan tidak bergantung pada produk impor,” ungkapnya.
Secara global, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-28 dalam daftar negara pengekspor AC, dengan pangsa pasar sebesar 0,29 persen dan nilai ekspor mencapai 197,6 juta dolar AS pada tahun 2024. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan, dengan kenaikan ekspor AC sebesar 85,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun lima negara tujuan utama ekspor AC dari Indonesia adalah Amerika Serikat dengan pangsa 68,27 persen, disusul Vietnam (20,68 persen), Korea Selatan (6,38 persen), Malaysia (5,51 persen), dan Taiwan (2,73 persen).
Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka








