Kejaksaan Negeri Batam kini berdiri dengan wajah yang jauh berbeda. Di halaman depan, gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang hampir rampung bukan sekadar bangunan. Ia menjadi simbol perubahan. Simbol komitmen untuk melayani, bukan menakuti. Simbol bahwa hukum bisa hadir dalam wajah ramah dan terbuka.
Itulah jejak paling nyata oleh seorang I Ketut Kasna Dedi, Kepala Kejari Batam, yang mengemban tugas selama 1 tahun 8 bulan. Sejak datang ke Batam pada Oktober 2023, ia menanam benih kepercayaan, menyiramnya dengan pendekatan humanis, lalu menuai apresiasi dari rakyat hingga pemerintah pusat.
“Bagi saya, kejaksaan itu bukan sekadar alat represif negara. Ia harus menjadi ruang keadilan yang bisa diakses rakyat,” kata Kasna Dedi dengan suara tenang, menjelang kepindahannya ke tempat tugas baru pada Selasa (15/7/2025).
Merajut Kepercayaan, Menembus Batas Psikologis

Saat pertama kali menapakkan kaki di Batam, Kasna Dedi berhadapan dengan dinding tinggi: jarak psikologis antara masyarakat dan institusi kejaksaan. Ia tak memilih jalur formalistik untuk menaklukkannya, tetapi membangun jembatan empati dan pemahaman.
Melalui sosialisasi hukum yang menyentuh akar rumput, pendampingan bagi masyarakat adat, hingga membantu penerbitan akta kelahiran bagi anak-anak marginal, ia menunjukkan bahwa keadilan bisa hadir dalam bentuk yang lebih manusiawi.
“Beliau tidak segan turun langsung bertemu masyarakat. Tapi dalam prinsip hukum tetap tegas,” tutur Priandi Firdaus, Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam. “Kombinasi itu membuat kami semua terpacu untuk bekerja lebih baik.”
Menjaga Uang Negara, Menyelamatkan Miliaran Rupiah
Kinerja Kasna Dedi tak hanya terlihat dari pendekatannya yang hangat. Ia juga tegas mengawal setiap rupiah uang negara. Pada 2024, Kejari Batam mengawasi pelaksanaan proyek-proyek vital seperti revitalisasi Masjid Agung Batam Centre, pengembangan jaringan air bersih, dan pelebaran jalan utama.
“Kami selalu mengingatkan bahwa pencegahan lebih murah daripada penindakan. Mengawal pembangunan berarti melindungi kepentingan publik sejak awal,” ujarnya.
Hasilnya pun nyata. Kejari Batam meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Kecepatan dan Ketepatan Pelaporan Intelijen 2024 dari Kejati Kepri.
Di bidang Pidana Khusus, prestasinya luar biasa. Tahun 2024, Kejari Batam menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp5,37 miliar, dan melonjak menjadi Rp11,21 miliar hanya dalam semester pertama 2025. Tak hanya itu, ia bersama jajarannya berhasil meringkus enam buronan kakap, termasuk Roliati dan Eddy Gunawan Tambrin, melalui program Tabur.
“Penegakan hukum itu bukan soal menghukum sebanyak mungkin, tapi memulihkan kepercayaan publik dan kerugian negara,” tegas Kasna Dedi.
Rentetan Prestasi dari Nasional hingga Daerah
Tak berhenti di sana, berbagai bidang di Kejari Batam pun menunjukkan performa luar biasa. Bidang Barang Bukti misalnya, berhasil membawa pulang Terbaik I Stakeholders Award 2023 dari DJKN Kementerian Keuangan.
Sementara itu, di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Batam:
- Menyelamatkan aset Pemko Batam senilai Rp334,17 miliar.
- Membantu penyelesaian konflik adat di Rempang Galang.
- Mendampingi penyelamatan aset PT Hutama Karya.
- Menciptakan SAKURA BATAM (Sentra Pelayanan Hukum untuk Orang Asing) yang meraih Juara III Nasional KIPP 2023.
Berbagai penghargaan pun mengalir, mulai dari Wali Kota Batam, BPJS Kesehatan, hingga Jaksa Agung RI.
Menanam Legacy, Membalik Wajah Kejaksaan
Bagi Kasna Dedi, membangun citra kejaksaan tak cukup lewat slogan dan tindakan represif. Ia ingin menghadirkan kejaksaan sebagai rumah hukum yang bisa mendengar keluh kesah rakyat dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Gedung PTSP yang ia bangun mencerminkan transformasi dari layanan tertutup menjadi modern, transparan, dan berbasis teknologi.
“Kejaksaan itu harus mengayomi, bukan menakuti. Ketegasan penting, tapi jangan hilangkan kemanusiaan,” kenang Priandi, mengulang pesan yang kerap disampaikan atasannya itu.
Akhir Sebuah Babak, Awal Warisan Tak Terlupakan
Mendekati akhir masa jabatannya di Batam, Kasna Dedi berbicara dengan nada penuh makna. “Batam mengajarkan saya banyak hal. Saya percaya, apa yang sudah kami bangun bersama tim Kejari Batam akan terus berjalan,” katanya.
Kini ia bertugas di tempat baru, tetapi jejak yang ia tinggalkan—baik dalam bentuk gedung, penghargaan, maupun kepercayaan publik—menjadi warisan yang hidup. Ia datang sebagai penegak hukum, lalu pergi sebagai pemimpin yang berhasil meretas jarak antara rakyat dan institusi hukum.
Rekam Jejak 1 Tahun 8 Bulan I Ketut Kasna Dedi di Kejaksaan Negeri Batam:
- Menyelamatkan Keuangan negara senilai Rp16,5 miliar
- Menangkap 6 buronan penting
- Mengawal Puluhan proyek strategis negara dengan aman
- Meraih 13 penghargaan bergengsi
- Inovasi SAKURA BATAM juara nasional
- Gedung PTSP sebagai simbol pelayanan hukum modern









