BOS ZULINDO: Masyarakat Kepri Rindukan Warga Singapura (JANGAN TAKUT MEREKA SUDAH DIVAKSIN)

BATAMCLICM.COM: Keputusan pemerintah pusat belum membuka gerbang perjalanan orang dari Singapura ke Indonesia, tentu menimbulkan kekecewaan tersendiri bagi masyarakat Kepri terlebih Batam.

Batam yang sudah sangat akrab dengan Singapura, seakan diminta untuk bersabar dan “puasa” lebih panjang lagi.

Pelaku wisata Batam yang juga pemilik Zulindo Tour and Travel, H Kamsa Bakri, menyayangkan tidak masuknya Singapura dalam daftar 19 negara yang diperbolehkan masuk ke Indonesia.

Kendati demikian Kamsa berharap dalam waktu dekat, portal perjalanan itu dapat dibuka seperti sedia kala.

“Seperti yang dirilis pemerintah pusat, ada 19 negara yang diperkenankan masuk ke Indonesia, 4 diantaranya bisa langsung mendarat di Kepri seperti Cina, India, New Zeland dan Jepang,” jelasnya.

Sedangkan Singapura masih bernego dengan menterinya, namun belum ada kesepakatan hingga saat ini.

Kamsa menjelaskan, hal ini tentu sangat berpengaruh bagi kehidupan perekonomian di Batam.

Perekonomian Batam lanjutnya, sangat bergantung dari dunia wisata, dan terbesar adalah wisata dari Singapura.

“Ekonomi warga kita ini, lebih dari 50 persen tergantung dari Singapura,” jelasnya.

BACA JUGA:   Takaran Yang Pas Maka hasil Cor Akan Kuat Dan Tahan Lama

Karena itu, Kamsa berharap gerbang untuk warga Singapura dibuka. Dan jangan menjadikan covid Singapura yang saat ini maaf belum stabil sebagai pertimbangan utama.

“Kita harus percaya dengan Singapura, karena mereka pasti akan mengirim orang atau memperbolehkan warganya yang akan berkunjung ke Indonesia maupun Batam, pasti yang sudah divaksin minimal 2 kali dan ada juga yang jadi boster,” ungkapnya.

Kamsa mengaku selalu berkomunikasi dengan salah seorang DJ, dan sering sekali bertukar fikiran dengan DJ lainnya, karena saya salah seorang narasumber atau bagian dari Radio Melayu terbesar di Singapura Warna 94.2 FM.

Jadi Kamsa menjelaskan, jika Indonesia membuka pintu gerbang bagi masyarakat Singapura, maka Batam akan membludak dengan warga Singapura.

“Saat ini warga Singapura yang selalu mondar-mandir ke Batam sebelum covid, sudah sangat rindu dengan DC Mall, dengan makan seafood dan bersilaturahmi dengan keluarganya yang ada di Batam termasuk saya,” jelas H Kamsa.

Kamsa juga memastikan kalau masyarakat pariwisata di Batam sudah sangat siap untuk menerima kunjungan dari wisatawan, terutama wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang begitu akrab dan sudah seperti keluarga sendiri.

BACA JUGA:   Hanya Bisa Pasrah, Ayu Ting Ting Curhat soal Diselingkuhi

“Dunia wisata kita sangat-sangat siap, sudah sejak jauh-jauh hari mereka sudah mempersiapkan diri untuk pola new normal pariwisata ini. Itu dipersiapkan mereka dengan matang, karena memang perekonomian Batam ini baru berputar dengan normal jika wisatawan dari Singapura masuk ke Batam, hotel, travel, mal, tempat-tempat makan, semua akan kembali hidup dan marak,” sebut pemilik Zulindo Tour and Travel ini.

Pemerintah Kota Batam dan BP Batam juga sebenarnya sudah sangat siap untuk menerima wisatawan dari Sinagapura.

“Pemko Batam, BP Batam sudah sangat siapa, lihat saja perkembangan Batam saat ini, infrastrukturnya sangat luar biasa, mal dibangun dimana-mana, itu tanda pemerintah kita sangat peduli dengan dunia wisata,” sebutnya.

Dilanjutkan Kamsa, warga Singapura terus memantau perkembangan Batam, bahkan sejumlah pejabat negara negeri Singa itu memuji pesatnya pembangunan Batam di era kepemimpinan HM Rudi.

“Kami sering kontak-kontak dan mereka sangat kagum dengan perkembangan Batam. Batam semakin ramah dan semakin nyaman untuk dikunjungi, itu sebabnya mereka sudah tak sabar ingin ke Batam,” ungkap Kamsa.

BACA JUGA:   Ascott Indonesia Gandeng Atome Hadirkan Fitur Staycation Now, Pay Later

Kamsa berharap belum diperbolehkannya warga Singapura masuk ke Kepri terlebih Batam, bukan karena konspirasi politik.

“Semoga bukan konspirasi politik, sebab kita harus yakin, kita harus percaya, Singapura pasti tidak sembarangan memperbolehkan warganya untuk melakukan perjalanan, pasti hanya yang sudah divaksin 2 kali yang mereka perbolehkan untuk berpergian.

“Jadi kita tak perlu takut, yang penting kita juga tegakkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” tutupnya dengan harapan, tak lama lagi Indonesia membuka pintu untuk warga Singapura.(bos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *