Lima Penyelundup Orang Disikat Reskrim Polda Kepri

Batamclick.com, Batam – Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan lima orang tersangka dan menggagalkan pemberangkatan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal di Tanjung Uban, Kecamatan Bintan pada Senin (13/09/2021).

Hal tersebut disampaikan langsung Wadir Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Donny Siswoyo didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri,AKBP Dhani Catra Nugraha dan Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afiar saat konferensi pers di loby Ditreskrimum Polda Kepri, Rabu (15/09/2021).

Dijeaskan Donny penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat adanya tempat penampungan calon PMI ilegal.

“Dari informasi tersebut, tim melakukan penyidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap 5 (lima) orang tersangka dan amankan 7(tujuh) orang calon pekerja,” terang Donny.

BACA JUGA:   Sayembara Baca Puisi Multimedia PWI Ditutup, 27 Karya Tereliminasi

Ketujuh orang calon PMI Ilegal tersebut, sambung Donny, berasal dari Cianjur, Puwakarta, Indramayu, dan Tegal yang akan diberangkatkan ke Negara Malaysia.

“Korban ada tujuh orang, 1 (satu) orang laki-laki, dan 6 (enam) orang perempuan. Sementara itu tersangka yang kita amankan inisial A (33), AM ( 32), AM (28), M (41), dan S (39),” ungkap Donny.

Adapun modus yang dilakukan oleh tersangka yaitu menjanjikan korban akan digaji besar jika ingin bekerja di Malaysia.

“Korban nanti akan dikirim ke Malaysia melalui pelabuhan tikus dan juga tanpa dilengkapi dengan dokumen yang resmi. Sementara itu korban juga sudah mengeluarkan biaya untuk bisa sampai di Kepri ini,” kata Donny.

BACA JUGA:   Pencuri Gasak Dua Handphone dan Uang Rp 6 Juta, Korban Merasa Dihipnotis

Adapun Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 4 (empat) unit handphone, 1 (satu) bundel boarding pass korban, 1 (satu) unit kapal boat mesin tempel 200 PK 2 (DUA) unit dan 1 (satu) unit mobil avanza warna putih.

“Adapun pasal yang dipersangkakan adalah dugaan tindak pidana orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri tanpa memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 dan pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan denda paling banyak Rp.15.000.000.000.- (lima belas miliar rupiah),” tutup Donny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *