BATAMCLICK.COM: Setiap pagi, puluhan anak muda tampak duduk berderet di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Di tangan mereka, selembar kertas berharga: formulir untuk mendapatkan kartu pencari kerja—atau yang lebih dikenal sebagai kartu kuning (AK1). Meski tampak sederhana, bagi mereka, kartu ini adalah tiket menuju harapan baru.
“Setiap hari, ada sekitar 20 orang datang langsung ke kantor kami di Sekupang untuk mengurus AK1,” tutur Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, saat ditemui di ruang kerjanya. “Kalau dihitung total dari semua kecamatan, jumlahnya bisa mencapai 100 hingga 150 orang per hari.”
Bagi Rudi, angka itu tergolong stabil. Ia menyebutnya sebagai angka standar yang menggambarkan semangat warga Batam untuk terus mencari peluang kerja. Melalui layanan berbasis kecamatan, Disnaker berupaya mendekatkan proses administrasi ini ke masyarakat. Khusus untuk pemegang KTP luar Batam, layanan tetap dipusatkan di Sekupang.
Namun perjuangan para pencari kerja tak berhenti sampai di kartu kuning. Mereka terus menanti panggilan, mengikuti pelatihan, dan berharap bursa kerja menjadi pintu pembuka masa depan.
Hingga awal Mei 2025, harapan itu mulai menunjukkan hasil. Dari 18.000 lowongan kerja yang masuk ke sistem Disnaker, sebanyak 17.000 pencari kerja telah berhasil ditempatkan. Angka yang tidak hanya menunjukkan tingginya serapan tenaga kerja di Batam, tapi juga kerja keras yang berlangsung di balik layar.
“Kami terus dorong pelatihan dan penyelenggaraan bursa kerja. Kami ingin mempertemukan pencari kerja dan perusahaan seefektif mungkin,” kata Rudi.
Berdasarkan data April 2025, terdapat 1.833 lowongan kerja yang tercatat. Dari jumlah itu, 1.616 orang diterima bekerja, atau sekitar 88,2 persen dari total posisi yang dibuka. Komposisi pencari kerja yang tercatat terdiri dari 1.074 laki-laki dan 1.033 perempuan, memperlihatkan bahwa semangat mencari pekerjaan tak mengenal gender.
Tercatat pula, selama Januari hingga Maret 2025, jumlah pencari kerja yang mendaftar mencapai 6.101 orang. Mereka datang dari berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian, namun membawa harapan yang sama: kehidupan yang lebih baik.
Dalam waktu dekat, harapan itu akan kembali diuji di Bursa Kerja Tunas Industrial, yang akan digelar pada 27 Mei 2025. Disnaker Batam menyambut agenda ini sebagai peluang emas pertama di tahun 2025 bagi para pencari kerja.
“Bursa kerja ini semoga bisa menjadi jembatan antara impian dan kenyataan,” ucap Rudi.
Di balik data dan angka, ada wajah-wajah penuh harap. Mereka tak sekadar mengantre untuk mengurus kartu, tapi sedang menjemput masa depan. Kartu kuning mungkin hanya selembar kertas, namun bagi banyak anak muda di Batam, itu adalah awal dari perjalanan panjang—menuju kerja, mandiri, dan bermakna.
Sumber: Antara
Editor: Bosanto








