Harapan dari Desa: Ketika Tenong dan Gizi Menjadi Kunci Masa Depan

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Lapangan Gelora Suradiwangsa di Desa Sirukun, Banjarnegara, Jawa Tengah, ramai oleh semangat masyarakat yang memadati area Festival Bangun Desa dan Kirab 1.000 Tenong. Di tengah suasana meriah itu, hadir Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, yang menyampaikan harapan besar bagi masa depan desa-desa di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ariza, begitu ia biasa disapa, mengungkapkan bahwa dua program pemerintah, yaitu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG), memiliki potensi besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi desa hingga enam sampai tujuh kali lipat.

“Jadi, dua program ini saja sudah cukup kuat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa. Dampaknya diperkirakan tidak kurang dari enam sampai tujuh kali lipat,” ucapnya di hadapan warga yang antusias menyimak.

Namun, lebih dari sekadar angka, Ariza menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis membawa dampak yang jauh lebih luas. Program ini bukan hanya memperhatikan asupan gizi anak-anak di desa, tapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal, membuka peluang kerja, dan meningkatkan produktivitas warga desa.

Dengan peningkatan ekonomi yang konsisten, status desa pun bisa berubah. Desa yang dulunya tertinggal, perlahan naik kelas menjadi desa berkembang, dan bahkan bisa mencapai tingkat kemandirian.

Menurut Ariza, keberhasilan seluruh program ini sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak. Ia mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dan gotong royong demi masa depan desa yang lebih baik.

“Masih banyak program yang sedang dan akan dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto. Tapi semuanya hanya akan berhasil kalau kita semua ikut ambil bagian,” tuturnya.

Sore itu, di tengah barisan tenong yang penuh hidangan buatan warga, suara Ariza bukan sekadar pidato. Ia membawa harapan, bahwa perubahan bisa tumbuh dari desa. Bahwa lewat sepiring makanan bergizi dan koperasi yang dikelola bersama, desa bisa bangkit, mandiri, dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka