Kepri Siap, Johor Siap, Tinggal Tunggu Waktu Gerbang Wisata Dibuka Kembali

Haryanti Abu Bakar, Wakil Direktur Malaysia Tourism Promotion Board (dua dari kanan) saat memaparkan kesiapan Malaysia menyambut kedatangan wisatawan Indonesia
Haryanti Abu Bakar, Wakil Direktur Malaysia Tourism Promotion Board (dua dari kanan) saat memaparkan kesiapan Malaysia menyambut kedatangan wisatawan Indonesia

BATAMCLICK.COM: Malaysia Tourism Promotion Board (MTPB) berharap dapat menjalin kerja sama dan membuka pintu pariwisata antara Indonesia khususnya Batam dan Kepulauan Riau dengan Malaysia, memalaui jalur ferry ke Johor.

Haryanti Abu Bakar, Wakil Direktur Malaysia Tourism Promotion Board, yang datang ke Batam bersama Marketing Manager MTPB, Niko Johan Tanosa menjelaskan, saat ini, pintu masuk bagi wisatawan asal Indonesia ke Malaysia sudah dibuka.

“Pemerintah Malaysia telah menetapkan Langkawi beserta 9 pulau sekitarnya sebagai lokasi travel bubble,” ungkap Haryanti yang disambut oleh Sekretaris Asosiasi Perusahaan Perjalana Wisata (Asita) Kepri, Enly Yunaeni dan Humas Asita Kepri, Sumantri Endang di Harris Batamcentre, Selasa (15/2/2022) pagi.

Wisatawan yang mau berkunjung ke Malaysia, lanjut Haryanti, bisa menempuh penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur, lalu bertukar pesawat dengan tujuan Langkawi.

“Kami buka hanya melalui jalur udara, tidak untuk jalur laut, dan perjalanan ini mesti menggunakan travel agent malaysia,” sebutnya.

Setiba di Langkawi, wisatawan tidak perlu lagi menjalani karantina atau isolasi mandiri. mereka sudah bebas mengitari setiap sudut Pulau Langkawi, tentu dengan didampingi oleh travel agent masing-masing.

BACA JUGA:   Hendak Edarkan 29 Ribu Butir Obat Terlarang, Pria Ini Dicokok Polisi

“Pasti ada aturan baku, wisatawan yang datang harus minimal sudah 2 kali vaksin, harus memiliki tiket pulang, harus memiliki asuransi dengan minimal klaim 80 ribu ringgit. Untuk asuransi ini, 80 ribu ringgit itu bukan yang harus dibayar wisatawan ya, tapi minimal claim, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap wisatawan. Yang harus dibayar wisatawan itu preminya, itu hanya sekitar 80 ringgit saja, atau sekitar 300 ribu rupiah, untuk jangka tanggungan 30 hari,” terang Haryanti.

Untuk biaya travel agent, selama tujuh hari berwisata di Langkawi, sudah termasuk makan dan transportasi, Haryanti menjelaskan hanya sekitar 1700 ringgit atau setara dengan 6,8 juta rupiah.

Yang menarik, lanjutnya, setelah 7 hari berada di Langkawi, wisatawan bisa bebas berkunjung ke seluruh bagian Malaysia.

“Setelah tujuh hari, wisatawan kembali di PCR, jika hasilnya negatif, maka dia bebas bepergian, dan tak perlu menggunakan travel agent lagi, sudah bisa sendiri, bisa ke KL, ke Malaka, ke Johor, kemana-mana tempat pun boleh, tapi jangan lupa pulang ke Indonesia, nanti lewat masa kena tangkap,” sebut wanita berhijab ini dengan senyum lebar.

BACA JUGA:   Viral Anak Tiri Larang Anak Kandung Minta Uang Jajan ke Ayah, Omongannya Bikin Sakit Hati

Saat ini, Haryanti ingin berusaha bersama Asita Kepri untuk memperjuangkan agar pintu gerbang wisata dari Batam ke Johor bisa kembali dibuka.

Humas Asita Kepri Sumantri Endang memaparkan kesiapan Kepri terlebih Batam dalam menyambut kedatangan wisatawan dari Malaysia melalui jalur laut.

“Kami ucapkan tahniah kepada pemerintah Indonesia, terlebih Kepulauan Riau dan Batam yang sudah membuka perjalanan antara Batam dan Bintan ke Singapura dengan sistem travel bubble, ini menjadi satu catatan positif bagi kami, untuk juga mengusulakan kepada pemerintah kami, agar membuka jalur perjalanan wisata dari Malaysia untuk hal ini Johor ke Batam dan sebaliknya,” harap Haryanti.

Bahkan, ia juga berharap, perjalanan wisata ini, nantinya tidak lagi bersifat travel bubble, tapi sudah menyeluruh.

“Kami sudah lakukan hal itu dengan Singapura, pintu masuk Johor-Singapura sudah dibuka, dan wisatawan yang datang pun tak perlu lagi jalani karantina, kami berharap ini bisa juga diberlakukan untuk ke Batam maupun Kepri,” harapnya.

BACA JUGA:   Pembukaan TMMD Ke-111 Kodim 0718/Pati di Desa Tamansari

Sebagai gambaran, menurut Haryanti, saat ini semua lokasi wisata di Johor sudah dibuka kembali.

“Lego Land sudah buka, Hello Kity pun sudah buka, Puteri Harbour juga sudah buka, dan hampir semua tempat wisatawan sudah buka,” sebutnya.

Para pelaku wisata dan media mengusulkan dibukanya gerbang wisata Kepri-Johor Malaysia.

Sementara itu, Sekretaris Asita Kepri, Enly Yunaeni menjelaskan, saat ini, sudah banyak sekali permintaan baik dari warga Kepri bahkan se-Sumatera, untuk bisa kembali berwisata ke Malaysia.

“Bahkan warga Malaysia pun sudah banyak yang menghubungi kami, apa saat ini Batam dan Kepri sudah dibuka? Ini menandakan bahwa antusias masyarakat untuk berwisata sudah sangat tinggi, kami akan terus berusaha, berjuang, mengusulkan agar pintu gerbang Batam-Johor ini, segera dibuka, walaupun harus dengan ketentuan-ketentuan yang ketat,” sebut Enly.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sumatri Endang, yang berharap, jika nanti dibuka perjalanan Batam-Johor, tidak harus dengan siste travel bubble, tapi bisa menyeluruh.

“Kita terus berusaha mengusulkan, karena kebijakan ini tentu berada di pemerintah pusat,” ujarnya.***