54 Wartawan Kepri Lulus UKW yang Diselenggarakan BP Batam dan PWI Kepri

Batamclick.com, Batam – Sebanyak 54 wartawan dari berbagai media di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dinyatakan berkompeten dalam mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri.

Hal tersebut disampaikan Direktur UKW PWI Pusat, Prof. Rajab Ritonga saat sambutan
penutupan kegiatan Uji kompetensi tersebut, Minggu (11/4/2021) di Lantai 3 ruang Balairungsari, BP Batam, Batam Center.

Kegiatan tersebut digelar selama dua hari terhitung tanggal 10-11 April 2021 dan dibuka secara langsung oleh Kepala BP Batam HM Rudi.

Lanjut Rajab, dari 60 peserta yang melakukan registrasi, diketahui hanya 55 wartawan saja yang mengikuti UKW. Dan dari jumlah tersebut, 1 orang dinyatakan tidak berkompeten.

“Total yang mendaftar, ada 60 orang namun yang ikut ujian 55 wartawan. Dari jumlah tersebut, 54 wartawan dinyatakan berkompenten dan 1 orang belum berkompenten. Dan bagi yang gagal, kami persilahkan untuk bisa mengikuti UKW kembali setelah 6 bulan,” terang Rajab.

BACA JUGA:   Sempena HJB 192 Disbudpar Batam bersama Asosiasi Pariwisata Gelar Event Goodminton

Sebelumnya, pihaknya juga menegaskan bahwa uji kompetensi ini sengaja dilakukan guna membedakan antara awak media yang sudah dan yang belum diuji kompetensinya.

“ Wartawan adalah organisasi yang terbuka. Tidak terikat oleh pendidikan dan sangat demokratis. Meski demikian, belum tentu semua pers akan patuh terhadap kode etik jusnalistik dan undang- undang pers. Untuk itulah UKW ini hadir,” ungkap Rajab.

Untuk memenuhi persyaratan, para peserta harus bekerja minimal 1 tahun sebagai wartawan dan bekerja di media yang memiliki badan hukum pers.

Tercatat, ada 10 materi yang diujikan dan diawasi serta dinilai oleh 10 penguji, di mana 9 orang di antaranya berasal dari PWI Pusat dan 1 orang PWI Kepulauan Riau.

“Yang diuji adalah pemahaman terhadap profesionalisme sebagai wartawan, bagaimana melakukan wawancara, membuat san menyunting berita dan seberapa banyak memiliki jejaring dilapangan. Diuji juga pengetahuan umum dan khusus, kesadaran atas kode etik jurnalistik dan kesadaran terhadap peraturan perundang-undangan, dengan nilai kelulusan minimal 70,” jelas Rajab.

BACA JUGA:   Momen Harkitnas ke-144, Ayo Bangkit Bersama

Sebagaimana diketahui, Dewan Pers telah menetapkan 28 lembaga uji di seluruh Indonesia, yang terdiri dari asosiasi wartawan, perguruan tinggi ilmu komunikasi dan perusahaan pers untuk melakukan uji kompetensi.

Dimana jumlah awak media di seluruh Indonesia saat ini berkisar antara 100-120 ribu wartawan. Dan PWI baru melakukan uji kompetensi lebih dari 13 ribu wartawan yang ada diseluruh Indonesia.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar mengatakan selama 2 hari kegiatan berlangsung, awak media terlihat sifat yang tidak biasanya yaitu pendiam, kalem, dan memiliki sisi yang dipunyai semua orang, yakni rasa takut juga.

“Selain itu,tepat waktu juga. Biasanya wartawan kalau diundang jam 8, datang jam 9, tapi dua hari ini saya melihat wartawan cukup tertib, sangat berbeda dengan sehari-harinya,” ujar Dendi sembari tertawa.

BACA JUGA:   Pintu Masuk ke Kota Batam Diperketat

Dikatakan Dendi, saat ini BP Batam dengan perubahan besar, menjadi lebih agresif dan mempunyai tuntutan yang tinggi oleh pemerintah pusat. Dan harus disertai dengan sumber daya manusia yang unggul. Sehingga meningkatkan penyampaian informasi.

“Insya Allah pemerintah bisa hadir berpartner dengan semua elemen meningkatkan kualitas pembangunan dan pembelajaran masyarakat,” tutur Dendi.

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim dalam sambutannya di pembukaan mengucapkan terimakasih sekaligus apresiasi kepada BP Batam, Muhammad Rudi yang sudah memfasilitasi pelaksanakan UKW PWI Kepri ini.

Disampaikan Candra, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengukur kemampuan wartawan apakah kompeten dengan profesinya atau belum. Karenanya pelaksanaan UKW menjadi penting bagi PWI sebagai organisasi yang menaungi profesi wartawan.