Berkat Desakan Cen Sui Lan, Jembatan Babin Sudah Masuk Greenbook APBN 2023

Batamclick.com, Tanjungpinang – Pembangunan jalan dan jembatan Batam – Bintan sudah masuk greenbook atau rencana kegiatan anggaran (RKA) dari APBN 2023.
Semua itu berkat desakan Cen Sui Lan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri, bersama pimpinan Komisi V.

Cen Sui Lan, anggota Komisi V DPR RI Dapil Kepri kembali mempertanyakan progres pembangunan jembatan Batam-Bintan, saat mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR.

” Kita upayakan untuk mempercepat realisasi proyek pembangunan jalan dan jembatan Batam-Bintan,” ungkap Cen Sui Lan.

BACA JUGA:   Lolos Seleksi, Empat Pemuda Asal Batam Diundang ke International Academic Forum di Jepang

Desakan tersebut sudah mendapat titik terang dari Kementerian PUPR. Melalui surat resmi, Kementerian PUPR sudah memberikan penjelasan kepada Komisi V DPR RI.

“Program pembangunan jalan dan jembatan Batam-Bintan yang dianggarkan Rp18,2 triliun itu, sudah masuk dalam rencana prioritas pinjaman/hibah luar negeri (PHLN), dan greenbook APBN,” tegas Cen Sui Lan kepada awak media, Kamis (10/03/2022).

Cen Sui Lan yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP Pengajian Al-Hidayah ini menjelaskan status persiapan proyek KPBU jembatan Batam-Bintan sedang dalam proses penyelesaian Final Business Case (FBC).

BACA JUGA:   Ketua KPK dan Ketua Umum JMSI Disambut Silat Penyambutannya di Pakaikan Tanjak Tebing Runtuh

” Rencana panjang jalan dan jembatan Batam-Bintan ini 14,74 kilometer, dengan total nilai konstruksi sebesar Rp13,123 triliun, dengan nilai investasi sebesar Rp18,27 triliun,” jelas Cen.

Lanjut Cen, Terdiri dari dukungan pemerintah sebesar Rp3,34 triliun bersumber dana PHLN dan telah masuk dalam greenbook, dan porsi KPBU dengan nilai konstruksi sebesar Rp9,78 triliun dengan nilai investasi sebesar Rp13,85 triliun.

” Skema pengembalian investasi proyek KPBU jembatan Batam-Bintan menggunakan skema User Charge dengan masa konsesi selama 50 tahun, 3 tahun masa konstruksi dan 47 tahun masa operation dfan maintenance,” ungkap Cen.

BACA JUGA:   Dua Kapal Perang Buatan Anak Batam Diluncurkan TNI AL, KRI Butana-878 dan KRI Selar-879

Proses pengadaan Badan Usaha Pelaksana (BUP) direncanakan dimulai pada kuartal kedua, tahun 2022. Sedangkan untuk proses lainnya, itu ditargetkan selesai Maret 2022 ini.

Sedangkan untuk penyiapan status MoU Kementerian PUPR dengan Pemprov Kepri itu difinalisasi dan siap ditandatangani, Maret 2022 ini. Kami akan kawal terus dari Komisi V DPR RI untuk pelaksanaan proyek besar ini.

“Karena ini sudah masuk greenbook APBN, tahun 2023 sudah dilakukan pembangunan konstruksi,” turur Cen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *