Batamclick.com,
Berbagai peristiwa ekonomi diberitakan Kantor Berita ANTARA pada Selasa (9/6), mulai dari Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen hingga penguatan kerja sama investasi, ekonomi digital serta energi hijau antara Indonesia dan Singapura.
Berikut rangkuman berita ekonomi kemarin yang layak disimak pada Rabu ini.
Stabilisasi rupiah, BI kembali naikkan bunga acuan jadi 5,5 persen
Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada Selasa, kembali menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi agar tetap terkendali.
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pernyataan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengatakan kenaikan suku bunga acuan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil untuk meningkatkan daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia.
Baca selengkapnya di sini.
IHSG naik 7,5 persen dipicu rencana buyback BUMN dan kenaikan BI-Rate
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat dipicu oleh rencana program buyback saham-saham berkapitalisasi pasar besar (bigs caps) BUMN dan ditambah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
IHSG ditutup menguat 404,51 poin atau 7,57 persen ke posisi 5.746,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 42,24 poin atau 8,01 persen ke posisi 569,32.
Baca selengkapnya di sini.
Kemenperin upayakan porsi pasar ekspor industri meningkat ke 30 persen
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan porsi pasar ekspor industri manufaktur meningkat dari semula 20 persen menjadi 30 persen, tanpa mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan nasional.
Dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa komposisi penjualan produk manufaktur saat ini masih didominasi pasar domestik, dengan sekitar 80 persen untuk kebutuhan dalam negeri dan 20 persen untuk ekspor.
Baca selengkapnya di sini.
Pemerintah bidik pertumbuhan ekonomi 5,8-6,5 persen pada 2027
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.
“Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 dapat tumbuh kuat dalam kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa.
Baca selengkapnya di sini.
RI-Singapura perkuat kerja sama investasi hingga energi hijau
Pemerintah Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama ekonomi di bidang investasi, ekonomi digital, hingga energi hijau.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, Airlangga mengatakan kerja sama itu dilakukan di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang menjadi salah satu fokus utama kolaborasi ekonomi kedua negara.
Sumber, Antara









