MBG Kepri Bangun 130 Dapur Bergizi Gratis, Jangkau Anak-Anak di Pulau Terluar

MBG Kepri membangun 130 dapur Makan Bergizi Gratis di seluruh Kepulauan Riau, termasuk wilayah 3T seperti Natuna, Anambas, dan Lingga, untuk memastikan setiap anak mendapat makanan sehat, aman, dan bergizi.
MBG Kepri membangun 130 dapur Makan Bergizi Gratis di seluruh Kepulauan Riau, termasuk wilayah 3T seperti Natuna, Anambas, dan Lingga, untuk memastikan setiap anak mendapat makanan sehat, aman, dan bergizi.

BATAMCLICK.COM: Harapan untuk melihat anak-anak di Kepulauan Riau tumbuh sehat kini semakin nyata. Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kepri, pemerintah bersama para mitra tengah membangun 130 dapur bergizi gratis yang akan tersebar hingga ke pulau-pulau terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepri, Anindita Ayu, menjelaskan bahwa dari total 130 dapur tersebut, sebagian besar sudah mendapatkan surat keterangan dari investor dan siap memasuki tahap pembangunan.

“Hanya tiga dapur yang masih dalam proses penerbitan surat keterangan, selebihnya sudah siap dibangun,” ujar Anindita saat dihubungi di Batam, Ahad (9/11).

Pembangunan dapur MBG ini secara merata di seluruh kabupaten dan kota. Kabupaten Natuna akan memiliki 14 dapur, Anambas 20 dapur, Batam 30 dapur, Tanjungpinang 1 dapur, Bintan 9 dapur, Lingga 41 dapur, dan Karimun 15 dapur.

Menurut Anindita, jumlah dapur sudah melalui perencanaan matang antara pemerintah pusat dan daerah. Setiap dapur akan menyesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat di wilayahnya.

“Satu dapur 3T akan melayani satu pulau dengan kapasitas maksimal 1.000 penerima manfaat. Jadi, semua disesuaikan dengan kondisi geografis tiap pulau,” jelasnya.

Menjamin Kualitas dan Kebersihan Makanan

Tak hanya membangun dapur baru, SPPG Kepri juga menaruh perhatian besar pada kualitas dan kebersihan makanan. Hingga kini, 19 dapur MBG di Kepri telah mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) setelah melalui serangkaian uji air, uji sampel makanan, dan inspeksi lingkungan.

Anindita menegaskan, hasil dari pengawasan ini mulai menunjukkan dampak positif.

“Alhamdulillah, sejak Oktober hingga sekarang tidak ada laporan kasus keracunan makanan. Ini hasil dari pelatihan intensif tentang pengolahan makanan, higienitas dapur, dan peningkatan kapasitas petugas di lapangan,” katanya.

Misi Gizi untuk Anak Pulau

Program MBG Kepri tidak hanya menghadirkan dapur baru, tetapi juga membawa semangat pemerataan gizi hingga ke pulau-pulau yang sulit terjangkau.

Dengan adanya dapur MBG, anak-anak penerima manfaat di wilayah 3T dapat menikmati makanan yang aman, bergizi, dan layak setiap harinya.

“Pembangunan dapur MBG di wilayah 3T ini adalah bentuk komitmen kami. Agar tidak ada anak di Kepulauan Riau yang tertinggal dalam hal asupan gizi,” tutup Anindita.

Dengan langkah ini, MBG Kepri menjadi wujud nyata bagaimana perhatian terhadap gizi anak dapat menjangkau batas-batas geografis. Memastikan tidak ada satu pun pulau yang luput dari perhatian.

Penulis: Kantor Berita AntaraEditor: papidedy