Mentrans: Kawasan transmigrasi RI tarik minat investor global

Batamclick.com,
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut kawasan transmigrasi mulai menarik minat investor global untuk pengembangan berbagai sektor strategis, mulai dari pusat data, industri maritim, hingga kawasan berbasis sumber daya alam.

Ia mengatakan setiap kawasan transmigrasi memiliki karakteristik dan keunggulan komparatif berbeda, sehingga strategi pengembangannya perlu disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing daerah.

“Era ketika kawasan transmigrasi hanya dipandang sebagai kawasan pertanian telah berubah. Hari ini, investor mulai melihat kawasan transmigrasi sebagai lokasi yang kompetitif untuk investasi di berbagai sektor strategis,” kata Iftitah dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mencontohkan kawasan transmigrasi di Barelang, Batam, Kepulauan Riau, memiliki potensi untuk pengembangan pusat data, karena didukung pasokan listrik, lokasi strategis, serta konektivitas dengan pusat industri dan perdagangan regional.

“Ada kawasan transmigrasi di Batam yang sangat potensial untuk data center. NVIDIA bahkan telah masuk ke kawasan tersebut. Mengapa? Karena kebutuhan listriknya tersedia dan lokasinya sangat strategis,” ujar Iftitah.

Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam sebelumnya menyatakan Batam tengah dipersiapkan menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) skala global.

Melalui kemitraan Firmus Technologies Pty Ltd asal Australia bersama Nvidia Corp dan DayOne dari Singapura, akan dibangun Kampus Nvidia DSX AI Factory berkapasitas 360 megawatt (MW) yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I-2027.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menyediakan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia sepanjang 2027-2028 dan diperkirakan menghasilkan purchase agreements senilai 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS) hingga 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp542,91 triliun dalam enam tahun pertama operasional.

Selain sektor digital, kata Iftitah, peluang investasi juga terbuka di sektor maritim, termasuk pengembangan industri galangan kapal yang menjadi salah satu sektor unggulan Kepulauan Riau.

Menurut dia, minat investor juga datang dari Australia, dengan sejumlah calon investor telah meninjau langsung potensi kawasan transmigrasi sebagai lokasi investasi.

“Kami menerima calon investor dari Australia yang datang untuk melihat langsung potensi kawasan transmigrasi. Ini menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi mulai diperhitungkan dalam peta investasi internasional, bukan lagi hanya sebagai kawasan permukiman,” ujar dia lagi.

Untuk mempercepat masuknya investasi, Kementerian Transmigrasi menggandeng perguruan tinggi dalam penyusunan kajian akademik dan studi kelayakan.

Iftitah mengatakan kajian tersebut diperlukan agar setiap kawasan memiliki proyek investasi yang matang, terukur, dan siap ditawarkan kepada calon investor.

“Investor tidak datang ke tempat yang belum jelas. Karena itu, setiap kawasan harus didukung kajian ilmiah dan feasibility study yang memberikan kepastian sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan investasi,” ujar dia.

Ia mengatakan transformasi transmigrasi tidak lagi berhenti pada penyediaan lahan dan pembangunan permukiman, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem investasi yang menghubungkan potensi kawasan dengan kebutuhan dunia usaha.

Dia menambahkan pengembangan kawasan transmigrasi perlu mengikuti keunggulan masing-masing wilayah, baik di sektor digital, maritim, energi, pertanian, maupun sektor lain.

“Kita sebenarnya sudah memiliki modal dasarnya, yaitu lahan, kawasan, dan sumber daya manusia. Yang harus kita bangun adalah ekosistemnya, menghadirkan teknologi, permodalan, industri, dan offtaker agar seluruh potensi itu menghasilkan nilai tambah yang sebesar-besarnya,” kata Iftitah.

Lebih lanjut, Kementerian Transmigrasi berharap pendekatan tersebut dapat mendorong kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat industrialisasi dan hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat pemerataan pembangunan.

Sumber, Antara