BATAMCLICK.COM: Gerbang wisata Malaysia melalui Johor Baru, yang dibuka sejak bulan lalu, mampu menyedot perhatian warga Kepri terlebih Batam. Tapi sebagai informasi dan antisipasi, anda yang ingin berwisata di Johor harus lebih teliti, bukan hanya untuk protokol covid 19, lebih waspada untuk tiket pulang ke Batam. Kalau tidak…. siap-siap harus keluarkan biaya yang lebih untuk penginapan atau perjalanan lanjut.
Sejumlah warga Batam, saat ini “terkurung” di Johor, Malaysia. Mereka merupakan penlancong yang masuk ke Johor dengan menggunakan jalur ferry dari Batam.
Rata-rata mereka sudah berada di Johor lebih dari 3 hari. Dan belum bisa kembali ke Batam, lantaran tiket ferry dari Johor ke Batam sudah habis terjual, hingga tanggal 28 April 2022 mendatang.
Hal ini dialami oleh Surya Wijaya, Direktur PT Cakra Bramastra Internasional.
Kepada Batamclick, pelaku wisata di Batam ini mengaku berkunjung ke Johor sejak tiga hari lalu.
“Kami bertiga, saya dan staf, melakukan kunjungan ke tourism Johor untuk membicarakan peluang-peluang wisata yang dapat dikerjakan bersama,” ungkap Surya melalui sambungan telepon, Kamis (7/4/2022) siang.
Setelah silaturahmi selesai, Surya dan dua stafnya pun menyempatkan diri untuk berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Johor.
“Agar bisa kita sosialisasikan saat di Batam,” sambungnya.
Nah setelah dua hari di Johor, mereka pun merencanakan pulang kembali ke Batam. Tapi sayang, saat berada di loket penjualan tiket ferry Johor-Batam, ternyata semua tiket sudah habis terjual.
Tak tanggung-tanggung, tiket ferry itu ludes bukan hanya untuk waktu keberangkatan 3 atau 4 hari kedepan, tapi tiket Johor-Batam sudah habis terjual sampai tanggal 28 April 2022 mendatang.

“Saya bingung, saya fikir ada agenda besar apa di Batam, sehingga tiket sudah terjual habis, ternyata….,” ucap Surya dengan sedikit menahan nafas.
Ya, setelah dicari tahu, kosongnya tiket itu disebabkan beberapa hal. Salah satu yang paling mendasar yakni, ferry yang berangkat dari Johor ke Batam sangat terbatas, sampai saat ini hanya ada 1 ferry dengan kapasitas sekitar 160 orang, dan berangkat sahanya 1 kali dalam sehari.
“Celakanya, dari 160 kapasitas itu, 100 sudah dicarter oleh KBRI untuk pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI-red) sisa 60-an seat, oleh agen dijual secara online, itu yang menyebabkan tiket kosong,” sebutnya.
Keterangan ini didapat oleh Surya setelah ia mendatangi agen Ferry Batam-Johor yang ada di Johor.
Untuk itu, ia berharap, agar pemerintah, menyediakan kapal khusus untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang setiap hari dipulangkan dari Malaysia ke Batam.
“Supaya tidak mengganggu penumpang umum, kalau seperti ini, warga Indonesia yang rugi, begitu juga warga Malaysia yang mau berkunjung ke Batam, tidak akan kebagian tiket,” jelasnya.
Ada beberapa alternatif yang bisa diambil warga Batam yang ingin pulang dengan cepat. Salah satunya melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur (KL) dan pulang ke Indonesia melalui bandara Soekarno Hatta.
“Tapi inikan memakan waktu dan biaya lagi. Dan yang pasti sangat repot,” sebutnya.
Sementara pintu gerbang Johor-Singapura juga belum dibuka bebas.
“Warga Malaysia yang diperbolehkan masuk ke Singapura hanya mereka yang bekerja, apalagi kita, pasti prosedurnya sangat sulit,” sambugnya.
Untuk itu, Surya berharap kepada Pemerintah baik pusat maupun daerah dalam hal ini Pemprov Kepri dan Pemko Batam, agar segera mencarikan solusi untuk hal ini.
“Kalau tidak, teruk kita, warga Malaysia yang mau berkunjung ke Batam pun tak bisa, karena tak kebagian tiket, kita mau pulang pun tak bisa,” tutupnya.(bos)










