Batamclick.com,
Seorang haji asal Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 10 Muhammad Amin Kiran wafat di pemondokan jamaah di Kota Makkah, Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau Defizon mengatakan sebelum wafat almarhum telah melaksanakan rukun dan wajib haji serta puncak ibadah haji, sehingga secara syariat dinyatakan selesai menunaikan ibadah haji.
“Peserta haji yang wafat setelah pelaksanaan puncak haji dan telah menyelesaikan seluruh rukun serta wajib haji, maka prosesi ibadah hajinya telah sempurna. Pemerintah juga akan tetap memproses dan menyelesaikan seluruh hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Defizon di Pekanbaru, Kamis.
Almarhum telah melaksanakan rukun dan wajib haji kecuali Tawaf Wada. Rencananya, Tawaf Wada akan dilaksanakan dua hari sebelum kepulangan ke Tanah Air.
Defizon menyampaikan almarhum memiliki riwayat penyakit sesak napas, diabetes melitus, dan hipertensi. Almarhum Muhammad Amin Kiran dimakamkan di Pemakaman Al Soraya Makkah.
Berdasarkan data Kanwil Kemenhaj Riau, hingga 3 Juni 2026 tercatat 10 peserta haji Provinsi Riau meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026.
Dari jumlah tersebut, seorang meninggal dunia di Madinah, tujuh orang wafat di Makkah, dua peserta haji meninggal di Batam, dan seorang peserta haji meninggal di daerah asal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
“Saya atas nama pribadi dan instansi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya haji Muhammad Amin Kiran asal Kabupaten Kampar. Semoga almarhum diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Kepala Kanwil Riau Defizon.
Sumber, Antara








