Satlinmas Dapat Peningkatan Kapasitas: Tanggap Darurat, Kesehatan, dan Kebakaran

Satlinmas Kepri Mantap
Satlinmas Kepri Mantap

BATAMCLICK.COM: Pagi itu, suasana Hotel Nite and Day, Tanjungpinang, terasa lebih semarak. Sebanyak 100 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) berkumpul mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas. Kegiatan yang digelar pada Kamis (18/9/2025) ini mengusung semangat Satlinmas Mantap, yakni terlatih, sigap, dan profesional dalam menghadapi tantangan yang semakin beragam.

Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Kepri, Martin L Maromon, menegaskan bahwa Satlinmas adalah wajah nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Satlinmas harus lebih sigap, terlatih, dan profesional, karena tantangan yang kita hadapi semakin beragam, mulai dari perubahan iklim, arus informasi yang cepat, hingga dinamika demokrasi,” ungkap Martin.

Bekal Praktis dari Tiga Narasumber

Dr. Wahyu Asdi Pradana, membekali peserta dengan keterampilan pertolongan pertama pada luka dan patah tulang

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan ilmu langsung dari bidang masing-masing. Dari dunia kesehatan, dr. Wahyu Asdi Pradana dari RSJKO Kepri membekali peserta dengan keterampilan pertolongan pertama pada luka dan patah tulang. Ia menekankan pentingnya ketenangan, kebersihan, dan ketepatan saat menolong korban.

Achmad Syarifudin dari Basarnas Kepri memberi pelatihan bagaimana cara membantu korban patah tangan.

“Menolong orang yang cedera bisa dilakukan siapa saja, asalkan tahu dasar-dasarnya. Tenang, bersih, dan tepat adalah kuncinya,” ujar dokter lulusan Universitas Riau itu.

Selain itu, dr. Wahyu juga mengingatkan tentang empat penyakit yang kerap muncul di lingkungan masyarakat: dehidrasi, ISPA, diare, dan DBD. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat adalah kunci pencegahan paling efektif.

Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Kepri, Martin L Maromon beserta narasumber dan peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Materi berikutnya dibawakan oleh Suhardi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan Linmas dalam menghadapi kebakaran, mengingat sering kali mereka yang pertama tiba di lokasi sebelum damkar datang. Para peserta diajarkan teknik dasar pemadaman dengan APAR, evakuasi warga, hingga langkah pengamanan lokasi.

“Kehadiran Linmas yang terlatih memberi rasa aman bagi masyarakat. Tindakan cepat mereka bisa mencegah api membesar dan menekan jumlah korban,” tegas Suhardi.

Achmad Syarifudin dari Basarnas Kepri memberikan pembekalan tentang penanganan patah tulang serta teknik evakuasi korban.

Sementara itu, Achmad Syarifudin dari Basarnas Kepri memberikan pembekalan tentang penanganan patah tulang serta teknik evakuasi korban. Ia menekankan bahwa pembidaian bukan hanya menjaga tulang tetap pada posisinya, tetapi juga memberi kenyamanan sampai korban mendapat perawatan medis.

“Pesan utamanya jelas, jangan pernah memindahkan korban tanpa teknik yang tepat,” ungkap Achmad.

Simulasi Lapangan yang Realistis

Achmad Syarifudin dari Basarnas Kepri memberikan pembekalan tentang penanganan patah tulang serta teknik evakuasi korban.

Tidak hanya mendengarkan teori, para anggota Satlinmas juga diajak praktik langsung melalui simulasi lapangan. Mereka mempraktikkan cara menghentikan perdarahan, membidaian patah tulang, menggunakan alat pemadam api, hingga prosedur evakuasi darurat. Dengan metode ini, para peserta tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga keterampilan nyata yang dapat diterapkan saat situasi darurat terjadi.

Sinergi untuk Keamanan Bersama

Suhardi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, menekankan pentingnya kesiapsiagaan Linmas dalam menghadapi kebakaran.

Martin L Maromon menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri mendukung penuh penguatan kapasitas Satlinmas. Menurutnya, Satlinmas yang tangguh merupakan modal sosial besar untuk mewujudkan daerah yang aman, tenteram, dan sejahtera.

Ia juga mengingatkan bahwa Satlinmas tidak mungkin bekerja sendirian. “Dengan sinergi yang baik, setiap potensi gangguan dapat dicegah lebih awal, dan setiap masalah bisa diselesaikan dengan bijak,” katanya.

Para peserta khidmad mengikuti kegiatan.

Martin berharap melalui peningkatan kapasitas ini, anggota Satlinmas lebih siap dalam mendeteksi dini potensi gangguan, mengelola situasi darurat, tanggap bencana, dan mengamankan berbagai kegiatan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan keterampilan yang mumpuni, Satlinmas Mantap benar-benar akan menjadi garda terdepan perlindungan masyarakat.

Bincang Narasumber interaktif narasumber dengan peserta.
Dr. Wahyu Asdi Pradana, memberi pemaparan pada peserta tentang Bantuan Hidup Dasar.