BATAMCLICK.COM: Destry Damayanti Gubernur BI resmi dilantik pada Rabu, 2 September 2026. Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. mengambil sumpah Destry sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Dalam kesempatan yang sama, Sunarto juga melantik Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Selain itu, Solikin M. Juhro resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur BI.
Pelantikan tersebut berlangsung berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 92/P Tahun 2026. Presiden menetapkan keputusan itu pada 1 September 2026.
Ketiga pejabat tersebut akan menjalankan masa jabatan selama lima tahun.
Susunan Dewan Gubernur BI
Dengan pelantikan tersebut, susunan Dewan Gubernur BI kini berubah.
Destry Damayanti menjabat sebagai Gubernur BI. Sementara itu, Aida S. Budiman menjadi Deputi Gubernur Senior.
Adapun empat Deputi Gubernur BI lainnya terdiri atas:
- Filianingsih Hendarta
- Ricky P. Gozali
- Thomas A.M. Djiwandono
- Solikin M. Juhro
Bank Indonesia mengumumkan susunan tersebut melalui siaran pers pada 2 September 2026.
Pergantian ini juga menandai babak baru kepemimpinan bank sentral setelah pemerintah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI pada Juli 2026. Saat itu, Destry menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI.
Fokus menjaga stabilitas ekonomi
Sebagai bank sentral, BI memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan. Pada saat yang sama, BI juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Karena itu, kepemimpinan baru akan menghadapi tantangan ekonomi yang cukup besar. BI sebelumnya mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur 18–19 Agustus 2026.
BI juga mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan. Sementara itu, JISDOR pada 2 September 2026 berada di level Rp17.770 per dolar AS.
Di hari yang sama, Sulong mendapat habitat baru
Di Malaysia, perhatian publik juga tertuju pada seekor gajah jantan dewasa bernama Sulong Chalil.
PERHILITAN pada 2 September 2026 mengumumkan telah memindahkan Sulong ke Taman Negara Terengganu melalui pintu masuk Tasik Kenyir. Langkah ini bertujuan memberikan habitat yang lebih aman sekaligus mengurangi risiko konflik dengan manusia dan kecelakaan lalu lintas.
Sebelumnya, Sulong berkeliaran di sekitar Jalan Raya Timur-Barat (JRTB) Gerik-Jeli sejak 17 Agustus. Petugas juga menemukan luka pada kaki kanannya.
PERHILITAN kemudian menangkap kembali Sulong pada 30 Agustus. Selanjutnya, petugas memindahkannya pada 1 September dengan dukungan PDRM serta bantuan dua gajah denak, Rambai dan Cheri.
Selama proses tersebut, Sulong mendapat pemantauan dan perawatan dokter hewan. Kondisi kaki kanannya juga menunjukkan perkembangan positif.
PERHILITAN menegaskan bahwa Sulong merupakan gajah jantan dewasa. Karena itu, perilakunya yang berjalan sendirian merupakan hal yang alami. Kondisi tersebut tidak otomatis berarti Sulong terpisah dari kelompok atau sedang mencari keluarganya.










