Batamclick.com,
Masyarakat Tanjung Sengkuang kembali mengalami krisis air bersih dan pendistribusian air tangki pun mulai dikurangi 50 persen. Debit air yang kecil membuat warga menampung air berjam-jam.
Padahal, pada awal Januari lalu krisis air bersih yang telah terjadi hampir setahun melanda warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, memicu gelombang aksi unjuk rasa ke sejumlah kantor pemerintahan dan pengelola air di Kota Batam.
Juru bicara PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, ketika dikonfirmasi pada Kamis (13/8) melalui sambungan telepon tidak merespons. Ia hanya membalas melalui pesan singkat.
“Baik, segera kita buat tanggapannya ya,” kata Ginda.
Ginda tidak memberikan jawaban atas pertanyaan lanjutan. Sekitar empat jam kemudian, ia mengirimkan tanggapan tertulis terkait keluhan warga mengenai layanan air bersih di kawasan Sengkuang.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat kondisi layanan yang belum optimal,” kata Ginda dalam pesan tertulis tersebut.
Menurut dia, kondisi itu menjadi perhatian PT Air Batam Hilir. Perusahaan, kata dia, berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.
Saat ini, PT Air Batam Hilir berkoordinasi dengan BU SPAM BP Batam untuk meningkatkan sistem distribusi melalui pembangunan jalur pipa Sukajadi-M3G-Ozon.
“Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan distribusi agar suplai air ke wilayah terdampak, termasuk Sengkuang, dapat menjadi lebih stabil dan lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya,” ujarnya.
Pembangunan jalur pipa tersebut ditargetkan selesai pada akhir September 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, PT Air Batam Hilir mengaku terus melakukan pengaturan distribusi untuk menjaga keseimbangan aliran air bagi pelanggan di sejumlah wilayah, termasuk Sengkuang.
Ginda juga menjelaskan soal layanan mobil tangki yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga ketika pasokan air perpipaan terganggu.
Menurut dia, pengiriman air melalui mobil tangki merupakan layanan darurat yang diberikan secara gratis kepada pelanggan SPAM Batam yang terdampak gangguan pasokan air.
Namun, tingginya permintaan dan keterbatasan jumlah armada membuat waktu pengiriman air berbeda di setiap lokasi.
“Mengingat jumlah permintaan yang cukup tinggi serta keterbatasan armada yang harus melayani beberapa lokasi secara bergantian, waktu pengiriman dapat berbeda-beda,” katanya.
PT Air Batam Hilir, kata Ginda, terus mengoptimalkan pengaturan armada agar distribusi air bersih kepada pelanggan dapat berlangsung secepat dan seefektif mungkin.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan,” ujarnya.
Ia memastikan PT Air Batam Hilir akan terus berupaya memperbaiki pelayanan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Batam.
Sumber, Batam Pos









