Perempuan Bangsa Kepri Siap Jadi Pelopor Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Batam

Perempuan Bangsa Kepri menyatakan siap menjadi pelopor Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila dalam diskusi BPIP di Batam.

BATAMCLICK.COM: Perempuan Bangsa Kepri menegaskan komitmennya menjadi pelopor Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Kepulauan Riau. Komitmen itu disampaikan dalam Diskusi Relawan Kebajikan Pancasila yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI di Kota Batam.

Kegiatan tersebut mempertemukan kader Perempuan Bangsa dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Mereka berdiskusi tentang pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila agar tetap hidup di tengah masyarakat.

BPIP Hadirkan Sejumlah Narasumber

Diskusi dibuka Auditor Ahli Utama BPIP RI Agus Salim. Sejumlah tokoh turut menjadi pembicara, yakni Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PKB Mafirion, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Sina Dr. Mulyadi, serta Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau Helmiaty Basri.

Ketiganya membahas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga dalam memperkuat ideologi Pancasila.

Perempuan Dinilai Punya Peran Strategis

Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau Helmiaty Basri menegaskan perempuan memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa. Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama anak belajar tentang nilai kehidupan.

“Perempuan bukan hanya penjaga keluarga, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang belajar tentang kejujuran, kasih sayang, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air. Karena itu, Perempuan Bangsa siap menjadi garda terdepan dalam Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Kepulauan Riau,” ujarnya.

Ia menambahkan, relawan harus hadir sebagai teladan di lingkungan masing-masing. Mereka juga harus aktif menjaga persatuan, memperkuat toleransi, mengedepankan musyawarah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan paham yang dapat memecah belah bangsa.

Pancasila Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kesempatan yang sama, Mafirion menilai penguatan Pancasila tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat agar nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika perempuan bergerak, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kokoh. Karena itu, saya meyakini Perempuan Bangsa dapat menjadi motor penggerak Relawan Kebajikan Pancasila yang mampu menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam teori, tetapi dalam tindakan nyata,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh kader Perempuan Bangsa menjadi agen perubahan dengan menghadirkan nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan semangat gotong royong dalam setiap aktivitas sosial.

Dorong Literasi Digital dan Karakter Kebangsaan

Diskusi berlangsung interaktif. Peserta menyampaikan berbagai gagasan mengenai penguatan karakter kebangsaan yang dimulai dari keluarga. Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi digital agar masyarakat mampu menghadapi penyebaran hoaks dan berbagai tantangan di era digital.

Melalui forum tersebut, DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau kembali menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan BPIP dan berbagai elemen masyarakat. Organisasi ini ingin memperluas Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Kepulauan Riau melalui aksi nyata yang memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan keadilan bagi seluruh masyarakat.