Batamclick.com,
Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) semakin tepat sasaran melalui implementasi portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam Zulkifli Aman mengatakan Portal Perlinsos menjadi langkah penting untuk meningkatkan akurasi data penerima bansos, sekaligus mempermudah masyarakat mengakses layanan pemerintah.
“Yang pertama untuk memastikan bantuan sosial semakin tepat sasaran. Yang kedua, masyarakat bisa mengajukan bansos secara mandiri, kalau dulu pendataan dilakukan secara manual dengan petugas lapangan, sekarang lebih praktis. Yang terpenting IKD aktif,” kata Zulkifli saat dihubungi di Batam, Senin
Ia menjelaskan pada tahap awal Portal Perlinsos melayani pengajuan dua jenis bantuan sosial, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Selain mengajukan usulan sebagai penerima manfaat, lanjut dia, masyarakat juga dapat mengajukan sanggahan apabila ada yang dinilai tidak sesuai.
Menurutnya, sistem tersebut telah dilengkapi mekanisme verifikasi sehingga meminimalkan potensi penyalahgunaan data.
“Kalau ada yang mencoba memberikan data yang tidak benar, sistem akan mendeteksi karena sudah terintegrasi dengan Samsat, dan juga lembaga pertanahan untuk menaksir nilai aset. Ada sanksi yang berat apabila terbukti melakukan pemalsuan data,” ujarnya.
Zulkifli mengatakan masyarakat yang belum memiliki IKD harus terlebih dahulu melakukan aktivasi melalui kantor kecamatan sesuai domisili atau Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam.
Setelah IKD aktif, masyarakat dapat mengakses Portal Perlinsos di perlinsos.kemensos.go.id. menggunakan NIK, dan kata sandi IKD.
Untuk membantu masyarakat yang belum memiliki smartphone (ponsel), seperti lanjut usia (lansia) maupun warga yang tidak mampu memiliki gawai, pemerintah telah menyiapkan agen Perlinsos.
“Pada tahap awal sudah ada 38 agen yang kami aktifkan. Mereka didaftarkan secara resmi melalui sistem yang disiapkan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sehingga dapat mendampingi masyarakat dalam menggunakan portal Perlinsos,” katanya.
Ia menambahkan Batam menjadi salah satu dari 43 daerah percontohan implementasi Portal Perlinsos secara nasional.
“Harapan kami, seluruh 1,3 juta masyarakat Batam dapat segera mengaktifkan Perlinsos secara daring, kami targetkan di bulan Agustus rampung,” katanya.
Zulkifli menambahkan masyarakat yang dinyatakan memenuhi syarat menerima bansos melalui Portal Perlinsos diperkirakan mulai dapat menerima bansos pada triwulan IV 2026 atau triwulan I 2027 setelah seluruh proses verifikasi dan pemutakhiran data rampung.
“Saat ini kami sudah mulai sosialisasi tentang Portal Perlinsos di tingkat kelurahan dan kecamatan, kemarin sudah di Kelurahan Sungai Panas,” katanya.
Sumber, Antara









