BPS: Inflasi tahunan Papua Barat naik jadi 6,99 persen pada Juni

Batamclick.com,
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) di Provinsi Papua Barat pada periode Juni 2026 mencapai 6,99 persen atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun 2025.

Kepala BPS Papua Barat Merry, saat konferensi pers di Manokwari, Papua Barat, Rabu, mengatakan inflasi tersebut dipengaruhi kenaikan indeks harga barang dari sejumlah kelompok pengeluaran, terutama transportasi, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Inflasi tahunan pada Bulan Juni 2026 lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya maupun bulan yang sama tahun lalu,” kata Merry.

Menurut dia, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil 2,83 persen, disusul kelompok transportasi 2,52 persen, dan kelompok lainnya seperti kelompok restoran.

Ada lima komoditas penyumbang utama inflasi tahunan di Papua Barat, yaitu angkutan udara, bensin, ikan tuna, beras, dan emas perhiasan, sedangkan komoditas yang menahan laju inflasi antara lain, ikan cakalang, telur ayam ras, biaya sekolah dasar, serta angkutan laut.

“Kenaikan harga tiket pesawat, bensin, ikan tuna, beras dan emas perhiasan memengaruhi kondisi inflasi tahunan di Papua Barat,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, Papua Barat juga mengalami inflasi bulanan atau month to month (mtm) sebesar 1,59 persen pada periode Juni 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang tercatat hanya 0,56 persen.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan andil 0,93 persen. Kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor dominan yang mendorong peningkatan inflasi selama Juni 2026.

Menurut Merry, kenaikan harga ikan tuna, cabai rawit, dan upah tukang bukan mandor turut memberikan andil terhadap inflasi bulanan, sedangkan penurunan tarif angkutan laut, harga ikan layang, ikan cakalang, ikan kakap merah, dan solar menahan laju kenaikan harga.

“Kalau inflasi tahun kalender atau year to date Papua Barat hingga Juni 2026 mencapai 3,59 persen,” ujarnya.

Ia menyebut Kabupaten Manokwari sebagai satu-satunya daerah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Papua Barat mengalami inflasi bulanan sebesar 1,59 persen (mtm) dan inflasi tahunan 6,99 persen (yoy)
​​​​​​​​​​​​​
Sumber, Antara