Batamclick.com,
Geopark Nasional Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dinyatakan lulus sebagai Kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) 2026 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), kata Sekretaris I Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna Tukino.
Tukino saat dikonfirmasi dari Natuna, Selasa, mengatakan BPGN telah menerima hasil penilaian seleksi kandidat Aspiring UGGp dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Senin (29/6).
Berdasarkan surat tersebut, ia mengatakan Geopark Nasional Natuna berhasil mengungguli geopark lain yang sebelumnya masuk dalam nominasi calon Kandidat Aspiring UGGp 2026.
Tukino menjelaskan, saat ini Geopark Nasional Natuna tengah mempersiapkan diri untuk menjalani penilaian oleh asesor UNESCO Global Geopark sebagai tahapan menuju penetapan sebagai anggota. Proses penilaian dijadwalkan berlangsung pada 2027.
“Pada 2026 ada dua geopark nasional yang menjadi calon kandidat Aspiring UGGp, yakni Tambora dan Natuna. Setelah dilakukan penilaian pada Mei, Natuna memperoleh nilai 84,16, sedangkan Tambora meraih 70,56 dari total 100 poin,” ujar dia.
Ia menerangkan, UNESCO Global Geopark merupakan kawasan geografis terpadu yang diakui secara internasional, dengan situs dan lanskap geologi yang dikelola berdasarkan prinsip konservasi, edukasi, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Menurut dia, Geopark Nasional Natuna terus berupaya agar kawasan taman bumi di wilayah perbatasan tersebut memperoleh pengakuan atau menjadi anggota UGGp.
Dengan menjadi bagian dari jaringan UGGp, ia mengatakan promosi Geopark Nasional Natuna akan semakin luas karena didukung jejaring internasional yang dimiliki para anggota.
Ia menilai hal tersebut akan mendorong pertumbuhan berbagai sektor, mulai atas penciptaan lapangan kerja, peningkatan jumlah konsumen UMKM, perkembangan sektor pariwisata, hingga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Selain itu, keanggotaan dalam UNESCO Global Geopark juga dapat memperkuat upaya perlindungan terhadap keanekaragaman geologi, flora, fauna, serta warisan budaya di pulau-pulau terdepan Indonesia.
“Langkah ini membuka peluang besar bagi peningkatan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi masyarakat lokal,” kata Tukino.
Sumber, Antara









