Disdik Kepri: Pembangunan SMKN baru antisipasi tingginya minat siswa

Batamclick.com,
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Andi Agung menyebutkan pembangunan dua gedung SMK Negeri baru di Kota Batam jadi solusi jangka panjang mengantisipasi tingginya minat siswa masuk ke sekolah kejuruan tersebut.

Ia menyampaikan kedua SMKN tersebut, yaitu SMKN 13 di Bengkong dan SMKN 14 Batu Aji, Batam, yang dibangun menggunakan APBD Kepri tahun anggaran 2026.

“Mudah-mudahan tahun 2027 kedua sekolah itu sudah beroperasi. Anggaran pembangunan sarana dan prasarana per sekolah Rp3 miliar, jadi totalnya Rp6 miliar,” kata Agung di Tanjungpinang, Senin.

Ia menyampaikan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, pendaftar calon siswa baru cenderung memilih masuk SMK (62 persen) dibanding SMA (38 persen), khususnya di Kota Batam.

Ia menyampaikan tahun ini jumlah pendaftar SPMB SMA/SMK yang tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri mencapai 30.476 siswa, dari total rencana daya tampung (RDT) 35.452 siswa.

“Jumlah pendaftar tersebut didominasi SMK 15.247 siswa dan SMA 15.229 siswa,” ujarnya.

Dia menjelaskan antusiasme masyarakat atau siswa masuk SMK dipicu lulusannya bisa langsung bekerja, karena mereka dibekali skil khusus selama bersekolah, seperti pengelasan hingga kelistrikan. Apalagi, di Batam sebagai kawasan industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Agung mengatakan Disdik Kepri akan terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana satuan pendidikan SMK serta guru produktif guna menyesuaikan dengan kebutuhan dunia industri di Kepri, termasuk mengkonversi beberapa SMA menjadi SMK di Batam.

“SMK di Kepri, terutama di Batam rata-rata sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar, sehingga siswanya bisa langsung terserap pasar kerja setelah lulus,” ujar dia.

Agung menambahkan ke depan sesuai kebijakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahwa satuan pendidikan di provinsi itu akan didominasi SMK 70 persen dan SMA 30 persen.

Dengan demikian, keberadaan SMK di Kepri menjadi rantai pasok kebutuhan tenaga kerja industri di Kepri yang diprediksi akan terus berkembang di masa-masa mendatang.

“Pemerintah daerah juga siap memfasilitasi berbagai program pelatihan dan pendampingan lulusan SMK untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi khusus, misalnya pengelasan,” kata Agung.

Sumber, Antara