BPS Batam sasar pusat ekonomi hingga pemukiman baru pada SE 2026

Batamclick.com,
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyasar pusat-pusat perekonomian hingga kawasan permukiman baru untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi daerah dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Kepala BPS Kota Batam Eko Aprianto mengatakan pusat-pusat perekonomian menjadi kawasan yang mendapat perhatian khusus karena memiliki konsentrasi pelaku usaha yang tinggi.

“Untuk mendata pelaku usaha, pusat-pusat perekonomian merupakan kawasan yang krusial. Namun di sisi lain, pendataan masyarakat secara lengkap juga memiliki peran penting untuk memotret kondisi sosial ekonomi sekaligus menangkap potensi usaha yang ada di masyarakat,” katanya saat dihubungi di Batam, Selasa.

Sejumlah lokasi yang menjadi fokus pendataan antara lain Pasar Tos 3000, kawasan pertokoan di Lubuk Baja, permukiman di wilayah Sagulung dan Batu Aji, hingga kawasan Dormitori di Pulau Batam.

Ia menambahkan hasil deteksi awal menunjukkan terdapat sejumlah wilayah yang mengalami perubahan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan permukiman yang cukup signifikan dibandingkan pendataan sebelumnya.

“Dari deteksi awal, ada beberapa wilayah yang mengalami perubahan muatan cukup signifikan sehingga perlu penanganan tertentu dalam proses pendataan. Misalnya seperti rusun dan mess pabrik yang memiliki hunian penuh,” ujarnya.

Untuk wilayah hinterland atau luar daratan, lanjutnya, juga ikut didata SE, dan juga disosialisasikan kepada beberapa warga informasi lebih lanjut terkait pentingnya SE tersebut.

Secara keseluruhan, BPS menargetkan pendataan terhadap lebih dari 400 ribu keluarga dan unit usaha di Kota Batam.

“Untuk keluarga dan usaha ada sejumlah sekitar 400 ribuan lebih. Namun pendataan ini dilakukan kepada seluruh keluarga dan pelaku usaha tanpa terkecuali,” ujarnya.

Eko mengatakan hingga dua pekan pelaksanaan sensus, sekitar 20 persen target pendataan telah berhasil diselesaikan.

“Sekitar 20 persen lebih sudah didata sampai saat ini. Jika dikonversi, jumlahnya sekitar 80 ribu hingga 100 ribu responden yang telah selesai didata,” katanya.

Ia menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh lapisan masyarakat dan seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar, termasuk pelaku usaha berbasis daring.

“Kami mengerahkan sekitar 800 petugas lapangan yang diperkuat oleh lebih dari 30 pegawai BPS Kota Batam,” kata dia.

Namun, Eko mengatakan pelaksanaan sensus masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya perlunya sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026.

“Selain itu, usaha di Batam sangat banyak, ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan,” kata dia.

Karena itu, BPS Kota Batam berharap dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat.

“Perlu dukungan dari berbagai pihak untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sehingga data yang dihasilkan benar-benar dapat menggambarkan kondisi ekonomi wilayah maupun ekonomi keluarga di Kota Batam,” kata Eko.

Sumber, Antara