BATAMCLICK. COM: Bagi sebagian orang, pembentukan sebuah RT mungkin hanya dianggap sebagai proses administratif biasa. Namun bagi warga Cluster Peony dan Cluster Safron di RW 46, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, momen tersebut adalah buah dari penantian panjang yang penuh perjuangan.
Selama bertahun-tahun, status lingkungan mereka masih berada di bawah Badan Pengelola Lingkungan (BPL). Harapan untuk menjadi RT definitif terus diperjuangkan, meski berbagai kendala dan pergantian pejabat silih berganti terjadi.
Bahkan, para calon pengurus RT yang mengikuti program pemekaran harus menerima konsekuensi yang tidak ringan. Mereka bersedia menunda hak penerimaan insentif hingga tahun 2027.
Artinya, RT yang terbentuk melalui program pemekaran pada tahun 2026 belum akan menerima gaji pada tahun berjalan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat warga untuk terus memperjuangkan status wilayah mereka.
Di Kelurahan Belian sendiri, terdapat sekitar 12 RW yang mendapatkan kesempatan mengikuti program pemekaran BPL menjadi RT. Salah satunya adalah RW 46 yang dipimpin Amrullah. Lingkungan yang meliputi Cluster Peony dan Cluster Safron tersebut akhirnya resmi mekar menjadi RT 004 RW 46.
Perjalanan menuju titik ini tidaklah singkat.
Sejak tahun 2019, usulan pemekaran terus diajukan. Selama proses tersebut, warga telah melewati empat kali pergantian Lurah Belian dan empat kali pergantian Camat Batam Kota. Harapan yang sempat terasa jauh akhirnya terwujud di masa kepemimpinan Camat Batam Kota Dwiki Septiawan dan Lurah Belian Putra Khosenda Pratisara Wirya.
“Alhamdulillah, penantian panjang itu akhirnya berakhir. Kami akhirnya bisa mekar menjadi RT,” ungkap salah seorang warga dengan penuh rasa syukur.
Puncak kebahagiaan itu dirasakan pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Warga menggelar malam syukuran untuk menyambut lahirnya RT 004 RW 46. Suasana penuh keakraban dan kegembiraan menyelimuti acara tersebut.
Anak-anak, orang tua, hingga para tokoh masyarakat berkumpul dalam satu perayaan yang sederhana namun sarat makna. Sorak sorai dan tepuk tangan warga pecah sepanjang acara.
Bagi sebagian warga, malam itu juga menjadi kesempatan langka untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Camat Batam Kota serta Lurah Belian yang hadir di tengah-tengah masyarakat.
Selain pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, acara juga diisi dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Lurah Belian kepada Ketua RT 004 terpilih, Ibonk Hermawan.
Dalam sambutannya, Lurah Belian Putra Khosenda Pratisara Wirya mengajak seluruh warga untuk menjaga kekompakan serta mendukung berbagai program Pemerintah Kota Batam demi kemajuan lingkungan mereka.
Sementara itu, Camat Batam Kota Dwiki Septiawan menyampaikan komitmennya untuk membantu masyarakat, salah satunya dengan mempermudah pelayanan pembuatan dan perbaikan KTP secara kolektif bagi warga RT 004. Ia berharap pengurus RT dapat membantu mendata warga yang membutuhkan layanan tersebut.
Pernyataan itu langsung disambut riuh tepuk tangan warga. Bahkan di sela-sela gemuruh aplaus terdengar celetukan spontan dari warga yang mengundang tawa hadirin.
“Sudah ganteng, muda, baik hati lagi,” teriak salah seorang warga.
Di balik canda dan tawa yang menghangatkan suasana, malam itu menjadi simbol kemenangan sebuah perjuangan panjang yang akhirnya membuahkan hasil.
Warga RW 46 pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pemekaran hingga terlaksananya acara syukuran tersebut. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Camat Batam Kota, Lurah Belian, Ketua LPM, Sekretaris Kelurahan, Ketua RW 46, para pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, kader Posyandu Kasih Sayang, serta seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan pengukuhan dan syukuran RT 004 RW 46.
Malam itu bukan sekadar perayaan terbentuknya sebuah RT baru. Lebih dari itu, malam tersebut menjadi bukti bahwa kesabaran, kebersamaan, dan semangat warga dalam memperjuangkan kepentingan lingkungan pada akhirnya mampu menghadirkan kebahagiaan yang selama ini mereka nantikan.(ibonk)









