Batamclick.com, BATAM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, S.H., M.Kn., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama ratusan pengurus dan anggota Induk Silaturahmi Keluarga Yogyakarta (ISKY). Agenda yang berfokus pada penguatan rasa kebangsaan ini dilangsungkan di Kantor Perwakilan DPD RI Provinsi Kepri, Kompleks Kadin Batam, Minggu (21/6/2026).
Dalam pemaparannya, Sekar menekankan kembali arti penting paguyuban kedaerahan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
ISKY sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan yang menjadi wadah silaturahmi bagi para perantau asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang mencakup wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, hingga Kulon Progo.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum ISKY, Sukatmanto, S.E., bersama jajaran ketua tingkat kabupaten/kota, di antaranya Feri Setiawan (Kota Yogyakarta), dr. Sugeng Riyadi (Sleman), H. Jumadi (Gunungkidul), Ismanto (Bantul), dan Supri (Kulon Progo).
Guna membedah materi kebangsaan, forum ini menghadirkan akademisi Universitas Batam, Dr. H. Ngaliman, S.E., M.Si., sebagai narasumber utama.
Dalam ulasannya, Ngaliman mereviu besarnya kontribusi historis Yogyakarta dalam mempertahankan kedaulatan NKRI pada awal masa kemerdekaan.
“Kecintaan terhadap NKRI harus diawali dengan pemahaman sejarah yang mendalam. Generasi muda saat ini perlu diingatkan kembali pada pengorbanan para pendiri bangsa, termasuk kerelaan para raja dan sultan di Nusantara yang memilih meleburkan wilayahnya bergabung dengan Republik Indonesia,” papar Ngaliman.
Senada dengan hal itu, Sekar Respaty yang merupakan satu-satunya legislator perempuan di DPD RI asal Kepri, mengajak seluruh keluarga besar ISKY untuk menginternalisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
Sebagai lembaga kedaerahan, srikandi yang duduk di Komite IV DPD RI ini menilai ISKY memiliki peran sosial yang strategis di daerah perantauan.
“Paguyuban bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan instrumen perekat sosial, pencegah potensi konflik, sarana pemberdayaan ekonomi, sekaligus jaring pengaman sosial ketika ada warga yang menghadapi situasi darurat,” tutur tokoh yang akrab disapa Mbak Sekar tersebut.
Dirinya optimistis, warga asal Yogyakarta di Batam mampu beradaptasi dengan baik melalui prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Melalui kearifan lokal yang terus dirawat, keragaman daerah asal ini diharapkan bertransformasi menjadi kekayaan kolektif untuk memajukan pembangunan di Batam.
Mengingat catatan sejarah DIY sebagai kota perjuangan, ia mendorong warga Yogyakarta untuk selalu berdiri di garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Di sisi lain, Ketua Umum ISKY, Sukatmanto, menjelaskan bahwa selama ini paguyubannya aktif bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan lintas ormas maupun bersama aparat kepolisian.
Momentum sosialisasi ini juga dimanfaatkan para tokoh ISKY untuk menitipkan aspirasi kepada senator mereka, khususnya terkait fasilitasi pengembangan seni budaya tradisional serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi warga perantauan.









