7.000 Pelajar dan Guru Kepung Dataran Engku Putri, Desak Program MBG Prabowo Tetap Berlanjut

‎Batamclick.com,
BATAM – Kawasan di depan Kantor Wali Kota Batam dan DPRD Kota Batam memutih dipadati oleh sedikitnya 7.000 pelajar serta guru dari berbagai jenjang pendidikan pada Minggu (21/6/2026) pagi.

Meski berlangsung pada hari libur, gelombang massa tersebut telah memadati lokasi sejak pukul 06.30 WIB untuk menyuarakan dukungan kolektif terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam aksi pawai yang diikuti ribuan partisipan tersebut, massa membentangkan berbagai poster dan spanduk berisi apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah riuh aksi, salah seorang orator di lapangan menegaskan bahwa program ini memberikan dampak yang sangat positif bagi pemenuhan gizi siswa di sekolah. Terkait adanya sorotan hukum mengenai dugaan penyimpangan pengelolaan di tingkat teknis, sang orator menyatakan mendukung penuh penegakan hukum yang berlaku, namun mendesak agar program MBG itu sendiri jangan sampai dihentikan karena manfaatnya yang nyata bagi masyarakat luas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, luapan massa yang diperkirakan mencapai 7.000 orang tersebut terdiri atas murid mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Batam yang antusias mengikuti rute pawai dengan didampingi guru perwakilan sekolah mereka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menyampaikan bahwa pawai akbar ini sengaja digelar untuk mengakomodasi masukan serta keresahan dari para orang tua murid menyusul adanya polemik penghentian sementara program MBG di beberapa daerah.

“Jika ada kekurangan dalam sistem tata kelola, hal tersebut memang harus diperbaiki ke depan. Namun, esensi dari program MBG ini harus tetap dipertahankan karena sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak selama proses belajar di sekolah,” ujar Hendri Arulan.
Aspirasi dari sekitar 7.000 peserta pawai ini diterima langsung oleh perwakilan Fraksi Gerindra DPRD Kota Batam, Anwar Anas.

Anggota legislatif tersebut menyatakan bahwa kehadiran jajaran DPRD di hari libur merupakan bentuk komitmen parlemen untuk mendengar langsung suara masyarakat dan para pelaku yang terlibat dalam ekosistem MBG.

“Kami sangat tersentuh dengan gerakan massa dan gerakan moral ini, mulai dari pekerja komite pembagi makanan, anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga para sopir logistik MBG. Ini memberikan kami semangat baru untuk memastikan bahwa program ini harus tetap berjalan,” tutur Anwar Anas.

Anwar Anas memaparkan sejumlah alasan krusial mengapa program nasional ini tidak boleh mandek. Dalam satu tahun perjalanannya, MBG terbukti efektif menurunkan angka tengkes (stunting) secara drastis demi mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Selain itu, program ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi kemasyarakatan, termasuk mengakomodasi hasil panen para petani lokal serta membuka peluang kerja bagi orang tua yang sudah lanjut usia.

Ia menambahkan bahwa program MBG merupakan salah satu pilar Astacita Presiden Prabowo yang paling menyedot perhatian dan dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Oleh karena itu, menurutnya tidak ada alasan mendasar untuk menghentikan program ini.

Jika ada pihak yang ingin mengkritisi atau menawarkan gagasan lain, Anwar Anas menyarankan agar hal itu diadu pada momentum Pemilu 2029 mendatang, bukan dengan menghentikan program yang sedang berjalan baik saat ini.

Sebagai tindak lanjut atas tuntutan yang dibawa oleh 7.000 massa aksi tersebut, Fraksi Gerindra DPRD Kota Batam berkomitmen penuh untuk meneruskan tuntutan warga Batam ke tingkat pusat melalui perwakilan mereka di DPR RI, Endipat Wijaya, untuk disampaikan langsung kepada Presiden. Aksi penyampaian pendapat ini berlangsung dengan aman, tertib, dan dikawal ketat oleh petugas keamanan hingga seluruh rangkaian acara selesai.