Peringati 15 Tahun Kebangkitan, BEI Dorong Pasar Modal Syariah Indonesia Menuju Global

Batamclick.com, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi menggelar rangkaian kegiatan Elevate 2026. Mengusung tema “15 Years Rising – Heading Worldwide”, perhelatan internasional ini berlangsung pada 20–23 Mei 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.

Rangkaian Elevate 2026 yang terdiri dari IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 ini menjadi momentum krusial untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat posisi pasar modal syariah Indonesia di kancah global.

Tahun 2026 menandai 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah tanah air sejak peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, serta implementasi System Online Trading Syariah (SOTS).

Berdasarkan data Anggota Bursa Penyedia SOTS (AB-SOTS) per Maret 2026, industri pasar modal syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan makin inklusif:
– Jumlah Investor: Dalam lima tahun terakhir (sejak 2020), jumlah investor saham syariah melonjak hingga 158 persen, dari 85.891 investor menjadi 221.714 investor per Maret 2026.
– Pangsa Produk: Efek syariah yang tercatat di bursa kini mencapai 673 saham. Jumlah ini merepresentasikan 70 persen dari total seluruh saham yang melantai di BEI.

Sebagai langkah konkret melakukan ekspansi branding internasional, BEI juga menjalin kolaborasi strategis dengan Redmoney Group untuk menyelenggarakan IFN Indonesia Forum 2026 sebagai rangkaian pembuka Elevate 2026.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, menegaskan bahwa pasar modal syariah kini bukan lagi sekadar instrumen alternatif, melainkan telah bertransformasi menjadi pilihan utama masyarakat.

“Investasi syariah tidak hanya menawarkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga memberikan ketenangan karena dijalankan secara halal, transparan, adil, dan bebas dari unsur riba, gharar (ketidakpastian), serta maysir (spekulasi),” ujar Irwan, Rabu (20/5/2026).

Irwan menjelaskan, seluruh mekanisme transaksi di BEI dipastikan berada di koridor syariah karena mengacu pada regulasi OJK dan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Investor pun hanya dapat mentransaksikan saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang dirilis berkala oleh regulator.

Menariknya, pasar modal syariah di Indonesia juga mengintegrasikan dimensi investasi dengan aksi sosial melalui inovasi produk seperti zakat saham, wakaf saham, hingga sukuk berbasis wakaf.

Konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang berkelanjutan berulang kali mendapat apresiasi tinggi dari dunia internasional. BEI tercatat mendominasi penghargaan di ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA), di antaranya:
– The Best Supporting Institution for Islamic Finance (2016–2018)
– The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year (2018)
– The Best Islamic Capital Market (2019, 2020, 2021, dan 2022)
– GIFA Championship Award for Islamic Capital Market (2025)

“Edukasi adalah fondasi utama kami. Ketika literasi masyarakat meningkat, kepercayaan akan tumbuh, dan pasar modal syariah akan berkembang menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi nasional,” tutup Irwan.

Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi syariah atau mengikuti berbagai program edukasi berhadiah dari BEI, informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi https://idxislamic.idx.co.id/ atau akun Instagram @idxislamic.