Sinyal Lemot Masih Jadi Masalah Warga Kepri
BATAMCLICK.COM: Di era digital, kebutuhan akan jaringan internet cepat sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, bagi sebagian masyarakat Kepulauan Riau, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sinyal lemot dan blankspot masih menjadi keluhan utama. Pemerintah Provinsi Kepri pun tidak tinggal diam. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), mereka bergerak cepat mencari solusi untuk memperkuat jaringan di seluruh wilayah.
Pemetaan Daerah Blankspot dan Lemah Sinyal
Kepala Diskominfo Kepri, Hendri Kurniadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan 22 titik blankspot dan 124 daerah lemah sinyal yang tersebar di lima kabupaten, yakni Bintan, Anambas, Lingga, Natuna, dan Karimun. Dari seluruh wilayah itu, hanya Batam dan Tanjungpinang yang sudah benar-benar merdeka sinyal.
“Pemetaan ini penting sebagai dasar langkah tindak lanjut. Kami ingin masyarakat di pulau-pulau kecil tidak lagi mengeluh karena sinyal lemot, apalagi sampai blankspot,” ujar Hendri di Tanjungpinang.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
Karena kewenangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi berada di tangan Pemerintah Pusat, Pemprov Kepri pun aktif berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Fokus utama ditujukan ke wilayah Natuna, Anambas, Tambelan, Dabo, dan Daik yang masuk kategori prioritas.
Hendri menambahkan bahwa Komdigi akan melibatkan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Base Transceiver Station (BTS) baru. BTS inilah yang nantinya menjadi tulang punggung dalam mengurangi titik blankspot dan mengatasi masalah sinyal lemot di Kepri.
Dukungan Infrastruktur Digital untuk Daerah 3T
Selain membangun BTS, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas bandwith di kawasan lemah sinyal. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerataan transformasi digital nasional, di mana percepatan penyediaan infrastruktur teknologi informasi menjadi prioritas utama.
“Data yang kami serahkan ke Komdigi sudah lengkap. Selanjutnya, tinggal menunggu tindak lanjut dari BAKTI untuk mewujudkan jaringan merata di seluruh wilayah Kepri,” terang Hendri.
Harapan Warga: Internet Cepat Tanpa Hambatan
Rencana besar ini membawa harapan baru bagi warga di pulau-pulau terpencil. Dengan pembangunan BTS tambahan, mereka tidak hanya bisa menikmati akses internet lebih cepat, tetapi juga memperoleh kesempatan yang sama dalam pendidikan, bisnis, hingga layanan publik digital.
Diskominfo Kepri memastikan, dalam waktu dekat akan ada pertemuan resmi dengan Komdigi dan BAKTI untuk mempercepat realisasi. Semua langkah ini diambil demi satu tujuan: agar masyarakat Kepri tidak lagi terjebak dalam masalah sinyal lemot, dan bisa sejajar dengan daerah lain dalam menikmati manfaat teknologi digital.








