Walikota Batam dan Wajah Cerah Warga Sambau
Walikota Batam, Kepulauan Riau, Amsakar Achmad, menyaksikan langsung bagaimana warganya tersenyum lega setelah program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menghadirkan jalan baru sepanjang 1,5 kilometer. Dengan wajah cerah, para ketua RT menceritakan kepadanya betapa besar manfaat yang mereka rasakan.
“Warga bicara langsung waktu peninjauan, dengan wajah yang cerah menceritakan manfaat dibangunnya jalan lewat program TMMD ini,” kata Amsakar usai menutup TMMD Ke-125 di Kavling Sambau IV, Nongsa, Batam, Kamis.
Dari Jalan Becek ke Akses Lancar
Sebelum jalan ini disemenisasi, masyarakat harus berjuang melewati tanah becek saat hujan dan debu tebal ketika kemarau. Kondisi itu sering mengganggu aktivitas harian, mulai dari urusan para RT hingga orang tua yang harus mengantar anak ke sekolah.
“Tapi setelah jalan 1,5 km ini dibangun, Insya Allah tidak ada gangguan lagi. Tugas rutin RT ke pemerintahan lancar, dan anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa hambatan,” ujarnya.
Makna TMMD Bagi Batam
Menurut Amsakar, substansi TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga membuka akses, memperkecil kesenjangan, dan memperkuat kebersamaan. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih atas sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
“Sinergi ini kunci percepatan pembangunan. Sejauh ini TMMD di Batam selalu terlaksana baik setiap tahun,” katanya.
Program TMMD yang Menyentuh Kehidupan
Penutupan TMMD Ke-125 juga dihadiri Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto dan Komandan Kodim 0316/Batam Letkol Arhn. Yan Eka. Brigjen Bambang menjelaskan, TMMD dilaksanakan rutin tiap triwulan di Kepri, termasuk di Natuna, Karimun, dan Tanjungpinang.
Di Batam, TMMD Ke-125 berlangsung sejak 23 Juli hingga 21 Agustus 2025. Selain membangun jalan, TNI juga membuat gorong-gorong sepanjang 50 meter, serta menggelar penyuluhan kesehatan, pencegahan stunting, pencegahan narkoba, hingga program keluarga berencana.
Suara Warga: Dari Luka ke Rasa Syukur
Maria (32), warga Kavling Sambau IV, mengaku sangat berterima kasih. Ia teringat bagaimana sebelum jalan disemenisasi, banyak ibu-ibu terjatuh ketika mengantar anak sekolah. Akibatnya, anak-anak sering tidak masuk kelas.
“Sekarang sudah lancar kalau mau keluar masuk lingkungan. Kami tidak takut jatuh lagi,” ujarnya lega.
Ketua RT 3, RW 13, Muhammad Erwin menambahkan, ada 165 kepala keluarga dengan 400 jiwa yang merasakan langsung manfaat TMMD. Ia menyebut jalan baru ini ibarat vitamin yang menyehatkan kehidupan warganya.
“Selama ini warga harus melewati tanah licin saat hujan dan debu saat kemarau. Sekarang semua nyaman, dan pemukiman terasa lebih hidup,” katanya.









