Dibalik kesederhanaan produk rumahan, para pelaku IKM Tanjungpinang kini melangkah pasti menuju pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan ritel nasional di Batam.
IKM Tanjungpinang kini tak lagi sekadar memasarkan produk di pasar lokal. Dalam tiga bulan terakhir, ribuan produk makanan ringan hasil karya warga Kecamatan Tanjungpinang Timur berhasil menembus ritel modern di Kota Batam. Di balik pencapaian ini, ada cerita tentang kerja keras, seleksi ketat, dan perjuangan untuk naik kelas.
“Sejak Mei hingga Juli 2025, sekitar 2.436 produk dari Koperasi IKM Makanan Ringan Tanjungpinang Timur telah berhasil menerima pesanan senilai Rp42 juta dari salah satu ritel nasional di Batam,” ungkap Mohammad Endy Febri, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Tanjungpinang, Rabu (30/7/2025).
Endy menjelaskan, capaian tersebut bukan hasil instan. Pemkot Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah merintis kerja sama ini sejak akhir 2024. Butuh waktu, kesabaran, dan tentu saja kualitas untuk bisa menembus jalur distribusi ritel nasional yang memiliki standar tinggi.
Dari Kerupuk Gonggong hingga Brownis Kering
Produk yang berhasil lolos kurasi cukup beragam. Ada kerupuk gonggong khas Tanjungpinang, keripik tempe, kue cakar ayam, keripik singkong, brownis kering, rempeyek, hingga kembang goyang. Semuanya buatan tangan para pelaku IKM yang selama ini bekerja dari dapur-dapur rumah sederhana.
Endy menjelaskan, sebanyak sebelas IKM mengikuti proses seleksi. Ritel nasional tidak sembarangan dalam memilih. Penilaian mulai dari level regional hingga ke kantor pusat. Produk yang lolos harus memenuhi standar kebersihan, kejelasan informasi produk, rasa, dan daya tahan.
“Butuh semangat yang gigih dan produk terbaik untuk bisa lolos. Tidak bisa asal-asalan,” tegasnya.
Endy menyebut bahwa proses ini mendorong para IKM di Tanjungpinang untuk berbenah. Mereka menjadi lebih inovatif, terbuka terhadap perubahan, serta mulai berpikir tentang kemasan dan kebersihan sebagai bagian dari kualitas.
Menjaga Citra, Menjaga Asa
Lilis Tintin Fatimah, Ketua Koperasi Sentra IKM Makanan Ringan Tanjungpinang Timur, turut merasakan dampaknya. Ia menyebut keberhasilan ini membuka mata banyak pelaku IKM bahwa kita bisa menggapai pasar lebih luas asal konsisten menjaga kualitas.
“Kalau mengajukan sendiri tanpa pendampingan dari Disdagin, kami mungkin sulit menembus kurasi ritel. Pendampingan pemerintah sangat membantu,” tutur Lilis.
Ia mengingatkan seluruh anggota koperasi untuk terus menjaga citra produk, karena kerja sama dengan ritel bukan akhir, melainkan langkah awal untuk tumbuh lebih besar. Ia juga berharap kuota kerja sama bisa terus bertambah, agar makin banyak IKM di Tanjungpinang yang bisa merasakan manfaat serupa.
“Kami ingin tetap bertahan dan berkembang. Produk rumahan ini harus punya tempat di hati konsumen Batam dan ke depan, semoga bisa ke luar daerah,” harap Lilis penuh optimisme.









