Batamclick.com,
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat minat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya dari sektor kuliner dan jasa, untuk menggunakan gas bumi terus meningkat seiring berkembangnya usaha mikro.
Area Head PGN Batam Wendi Purwanto mengatakan hingga pertengahan 2026 terdapat 26 pelanggan kecil yang telah terverifikasi untuk menggunakan jaringan gas bumi.
“Animo Pelanggan Kecil (PK) sangat meningkat. Hingga bulan ini ada 26 pelanggan kecil yang sudah terverifikasi dan 12 di antaranya sudah gas-in. Peningkatan PK ini selaras dengan meningkatnya bisnis food and beverage di Batam serta ketersediaan jalur pipa kami,” kata Wendi saat dikonfirmasi di Batam, Selasa.
Ia menjelaskan, saat ini pengembangan pelanggan kecil masih difokuskan di wilayah yang telah terjangkau jaringan pipa distribusi utama, seperti Sagulung, Batu Aji, dan Batam Kota.
“Segmen PK itu didominasi oleh restoran, kafe, dan usaha laundri dengan kebutuhan konsumsi gas berkisar antara 50 meter kubik hingga 1.000 meter kubik,” katanya menjelaskan.
Selain memberikan efisiensi operasional bagi pelaku usaha, penggunaan gas bumi juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan LPG.
“Gas bumi mengandung metana (CH4), sedangkan LPG didominasi butana (C4H10). Karena kandungan karbonnya lebih sedikit, gas bumi lebih eco-friendly,” ujarnya.
Di sektor rumah tangga, PGN Batam juga terus memperluas jaringan gas (jargas). Untuk target 2025, pihaknya berhasil merealisasikan pemasangan jaringan gas kepada 3.788 pelanggan rumah tangga.
“Sudah rampung di 3.788 pelanggan. Awalnya kami miliki target 4.045 sambungan rumah, namun ada beberapa calon pelanggan yang membatalkan,” kata dia.
Wendi juga memastikan pasokan gas bumi kepada pelanggan selama 2025 berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kalau keluhan pelanggan biasanya karena instalasi setelah meter. Mungkin ada kotor atau bocor pada instalasi tersebut. Namun tim kami siap 24 jam untuk pengecekan dan perbaikan. Kami sarankan langsung hubungi PGN karena alasan keselamatan juga,” katanya.
Sementara itu, pada 2026 PGN menargetkan penambahan sekitar 10.000 sambungan rumah baru di Batam.
Proyek tersebut bagian dari rencana belanja modal senilai 353 juta dolar AS pada awal 2026 untuk pengembangan infrastruktur gas bumi di berbagai wilayah, termasuk Batam.
“Hingga saat ini, dari target 10.000 sudah sebanyak 280 pelanggan yang tersambung dan mulai menikmati layanan gas bumi,” kata Wendi.
Sumber, Antara









