Batamclick.com,
Pemerintah Kota Batam terus mematangkan rencana pembangunan Taman Budaya Batam , yang akan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya Melayu sekaligus wadah berkarya bagi paguyuban berbagai etnis di Kota Batam.
Nama Nyat Kadir dipilih oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai tokoh Melayu, budayawan, birokrat, dan pemimpin yang berjasa bagi pembangunan Kota Batam.
Selain pernah menjabat sebagai Wali Kota Batam periode 2001–2005, Nyat Kadir juga merupakan mantan Anggota DPR RI serta dikenal aktif memperjuangkan pelestarian adat dan budaya Melayu. Pengabdiannya dinilai menjadi inspirasi dalam pemajuan kebudayaan di Kota Batam sehingga namanya diabadikan sebagai identitas Taman Budaya.
Saat ini, pembangunan Taman Budaya Batam masih berada pada tahap perencanaan melalui Dinas CKTR Kota Batam, Konsultan perencana yang telah ditetapkan melalui proses lelang, tengah melakukan kajian teknis terhadap Gedung Beringin sebagai lokasi pembangunan.
Kajian tersebut dilakukan bersama Konsultan Manajemen Konstruksi sekaligus menyusun Detail Engineering Design (DED) yang akan menjadi pedoman pembangunan.
Kajian teknis ini bertujuan memastikan kondisi bangunan, struktur konstruksi, serta kebutuhan pengembangan kawasan sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara optimal.
Setelah kajian konstruksi Gedung Beringin dinyatakan final dan penyusunan DED selesai, pembangunan fisik Taman Budaya Batam Nyat Kadir akan segera dimulai.
Nantinya, Taman Budaya Batam Nyat Kadir diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya yang berfungsi sebagai etalase kebudayaan Kota Batam, laboratorium kreativitas bagi para pelaku seni, ruang edukasi dan pertunjukan, sekaligus tolok ukur capaian pembangunan kebudayaan di daerah.
Keberadaannya juga diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata budaya serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan Batam membutuhkan sebuah ruang yang mampu mempertemukan seluruh pelaku seni dan budaya dalam satu wadah.
“Taman Budaya Batam” Nyat Kadir” bukan hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Melayu, serta rumah bersama bagi seluruh paguyuban budaya yang hidup dan berkembang di Kota Batam,” kata Ardiwinata.
Pembangunan Taman Budaya Batam Nyat Kadir merupakan satu dari 15 program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Program ini menjadi komitmen Pemerintah Kota Batam untuk menghadirkan pusat seni dan budaya yang representatif sebagai fondasi pemajuan kebudayaan sekaligus memperkuat Batam sebagai destinasi wisata berbasis budaya.









