Lonjakan Kasus di Tengah Perubahan Musim
BATAMCLICK.COM: Kasus ISPA di Tanjungpinang kembali meningkat sepanjang tahun 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat, sejak Januari hingga September 2025, terdapat 20.488 warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Jumlah ini naik 292 kasus dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 20.196 kasus. Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan, kenaikan tersebut memang tidak terlalu signifikan. Namun tetap perlu diwaspadai karena penyakit ini menyerang semua kelompok umur.
“Lonjakan kasus terlihat pada Februari dan kembali meningkat menjelang September. Pola ini berkaitan erat dengan perubahan cuaca atau musim pancaroba. Hal ini memang rentan memicu gangguan pernapasan,” jelas Rustam di Tanjungpinang, Senin (28/10).
Mobilitas Tinggi dan Menurunnya Kewaspadaan
Rustam menambahkan, selain perubahan cuaca, peningkatan mobilitas masyarakat pascapandemi COVID-19 serta menurunnya kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan turut berperan dalam naiknya angka ISPA di Tanjungpinang tahun ini.
“Banyak warga kini lebih sering beraktivitas di luar rumah tanpa memperhatikan kebersihan udara maupun etika batuk dan bersin. Kondisi ini membuat penularan ISPA lebih mudah terjadi,” ujarnya.
Balita dan Usia Produktif Paling Rentan
Dari total kasus tersebut, balita menjadi kelompok paling rentan, dengan 3.576 kasus tercatat sepanjang tahun. Selanjutnya kelompok usia 10–18 tahun sebanyak 4.147 kasus, dan kelompok usia 19–59 tahun mencapai 10.888 kasus.
“Sisanya berasal dari kelompok lansia di atas 60 tahun serta anak-anak usia 5–9 tahun. Data ini menunjukkan, remaja hingga usia produktif kini semakin banyak terserang ISPA,” jelas Rustam.
Gencar Sosialisasi dan Antisipasi
Sebagai langkah pencegahan. Dinas Kesehatan Tanjungpinang terus menggalakkan sosialisasi dan edukasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, etika batuk dan bersin di tempat umum. Melaksanakan kegiatan ini secara rutin di sekolah, tempat kerja, dan fasilitas publik.
Selain edukasi, pihaknya juga meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dengan memastikan ketersediaan obat-obatan dan sarana pemeriksaan di seluruh puskesmas dan rumah sakit.
“Dinas kesehatan juga memantau kualitas udara serta mengendalikan sumber polusi, seperti pembakaran sampah, yang menjadi salah satu pemicu utama ISPA,” tutur Rustam menegaskan.
Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci
Rustam menekankan, langkah pencegahan hanya akan efektif jika masyarakat ikut berperan aktif. Ia mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, memakai masker di tempat berdebu, dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala ISPA.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Dengan kesadaran bersama, kita bisa menekan angka ISPA di Tanjungpinang,” tutupnya.(dede)








