Tempat Penitipan Anak Jadi Penopang Ekonomi Keluarga

BKKBN Kepri menghadirkan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), tempat penitipan anak yang membantu ibu bekerja tanpa meninggalkan tanggung jawab pengasuhan. Dengan 35 titik di seluruh Kepri, program ini menjadi solusi nyata bagi keseimbangan keluarga dan produktivitas ekonomi.
BKKBN Kepri menghadirkan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), tempat penitipan anak yang membantu ibu bekerja tanpa meninggalkan tanggung jawab pengasuhan. Dengan 35 titik di seluruh Kepri, program ini menjadi solusi nyata bagi keseimbangan keluarga dan produktivitas ekonomi.

BATAMCLICK.COM: Di tengah kesibukan para ibu yang berperan ganda antara pekerjaan dan keluarga, keberadaan tempat penitipan anak menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadirkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) sebagai wujud nyata dukungan terhadap keseimbangan peran ibu bekerja.

Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 35 titik Tamasya yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kepri. Program ini bukan sekadar tempat penitipan anak, melainkan wadah yang menumbuhkan kemandirian dan kecerdasan sosial anak sejak dini.

“Tamasya mendukung pola pengasuhan anak sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga. Ibu bisa bekerja dan tetap membantu perekonomian rumah tangga tanpa khawatir terhadap anaknya,” ujar Rohina di Batam, Senin (27/10).

Dukungan Nyata bagi Ibu Bekerja

Rohina menuturkan bahwa Tamasya terbukti efektif dalam membantu para ibu, baik yang bekerja di sektor pemerintahan maupun swasta. Dengan adanya pengasuh berkompeten di setiap titik, para ibu bisa fokus bekerja sambil tetap memastikan anaknya tumbuh dalam lingkungan yang aman, hangat, dan edukatif.

“Tempat penitipan anak seperti ini sangat menunjang ibu yang bekerja, baik ASN maupun non-ASN. Di setiap lokasi, Tamasya memiliki pengasuh terlatih yang memahami kebutuhan anak-anak usia dini,” tambahnya.

Empat Layanan Utama untuk Tumbuh Kembang Anak

Tamasya hadir dengan empat layanan utama yang saling terintegrasi.
Pertama, pendampingan bagi pengasuh, agar mereka memiliki kemampuan mendidik dan mengasuh anak secara profesional.
Kedua, pendampingan bagi anak, untuk menstimulasi tumbuh kembang sesuai usia.
Ketiga, pendampingan bagi orang tua, yang membantu mereka memahami pola asuh positif.
Keempat, layanan rujukan, bagi keluarga yang membutuhkan dukungan tambahan, seperti konseling atau layanan kesehatan.

Pendekatan menyeluruh ini menjadikan Tamasya bukan hanya sekadar penitipan anak, melainkan pusat pembelajaran keluarga yang berorientasi pada kesejahteraan dan kebahagiaan bersama.

Respons Positif dari Masyarakat Kepri

Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pemerintah daerah di tiap kabupaten dan kota ikut mendukung pelaksanaan Tamasya melalui sosialisasi langsung dan kerja sama lintas sektor.

“Tamasya di Kepri aktif beroperasi setiap hari kerja, dari pagi hingga sore. Ada yang orang tuanya membawa bekal untuk anak, namun beberapa lokasi juga sudah menyediakan makanan sesuai kesepakatan,” jelas Rohina.

Tersebar di Seluruh Kepri

Dari total 35 titik Tamasya di Kepulauan Riau, sebarannya cukup merata:

  • Batam: 13 lokasi
  • Tanjungpinang: 8 lokasi
  • Bintan: 6 lokasi
  • Natuna: 3 lokasi
  • Anambas: 2 lokasi
  • Lingga: 2 lokasi
  • Karimun: 1 lokasi

Setiap lokasi memiliki sistem dan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar, agar keberadaan Tamasya benar-benar terasa manfaatnya bagi keluarga.

Harapan untuk Masa Depan Anak Indonesia

Rohina berharap, program Tamasya terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga, anak-anak Kepri dapat tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang sekaligus mendukung kemandirian perempuan dalam dunia kerja.(dede)