Politeknik Negeri Batam Terapkan Pola Belajar Berbeda di Banding Kampus Lain

Batamclick.com, Batam – Politeknik Negeri Batam membuat pola pembelajaran yang agak berbeda dari sebelumnya yaitu diterapkan dengan sistem Project Base Learning (PBL). Di mana dalam menggarap suatu proyek melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.

“Pola pembelajaran sekarang berubah, berpusat pada mahasiswa. Artinya mahasiswa yang lebih aktif. Dengan dasar itulah kita mempercayai mahasiswa untuk saling belajar dan dengan cara seperti itu kepercayaan antar orang itu terbangun dan di situlah bisa memunculkan pengetahuan baru,” ungkap Hendawan Soebhakti, ST, MT, Wakil Kepala Satuan Hilirisasi Inovasi dan Layanan Usaha Politeknik Negeri Batam kepada Batamclick.com, Senin (26/09/2022).

Lanjut Hendawan, mungkin selama ini diterapkan pembelajaran di kelas kemudian praktikum, dosen mengajar di depan mahasiswa mendengarkan di belakang.

” Pola belajar seperti itu menurut saya ternyata kurang efektif,” terang Hendawan.

Sehingga pola belajar kita rubah dengan cara memberikan proyek dan mengerjakan secara tim. Sehingga tidak hanya technical skill nya tetapi juga untuk interpersonal skill, problem solving, komunikasi dan team worknya bisa tersampaikan.

BACA JUGA:   Rudi Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang Perpani Batam

” Diruangan ini semua mahasiswa saling bekerjasama dalam satu tim untuk menyelesaikan salah satu proyek atau problem,” sambung Hendawan.

Dikatakan Hendawan, ada sebanyak 27 proyek yang dikerjakan untuk diselesaikan dan melibatkan sekitar 300 orang mahasiswa kelas pagi dan kelas malam. Satu tim mengerjakan 1 proyek dan 1 problem yang dikerjakan lintas bidang studi seperti Engenering maupun non Engenering yaitu Akuntansi atau Managemant bisnis.

” Jadi dalam 1 proyek ada kolaborasi antara disiplin ilmu, jadi dalam skill tim work nya jauh lebih baik tidak hanya antar satu program studi saja melainkan lintas program studi,” ungkap Hendawan.

Dan pola pembelajaran seperti ini menurut kami baik ini merupakan rujukan dari negera tetangga Singapura dan mereka sudah menjalankan pola seperti ini. Sementara untuk konsep kita adopsi dari MIT tahun 2001 yaitu CDIO Framework, Conceive Design Implement Operate.

BACA JUGA:   Prajurit Yonmarhanlan IV Laksaanakan TMMD di Pulau Dabo Singkep

“Sebanyak 190 kampus di dunia yang mengadopsi sistem tersebut dan di Indonesia baru ada satu yaitu Politeknik Negeri Batam ini yang mengadopsi sistem tersebut,” jelas Hendawan.

Sementara ditempat yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko, Batam Yusfa Hendri menyebut kehadiran Poltek Batam menjawab kebutuhan SDM di Batam. Ke depan diharapkan, Batam, tak hanya dikenal sebagai kota industri, tapi juga akan dikenal sebagai kota pendidikan.

“Jadi kalau selama ini, orang ke Batam itu untuk cari kerja. Sekarang ke Batam pun untuk menuntut ilmu. Karena Batam ini memiliki lebih dari 24 kampus dan mempunyai Poltek yang modern,” ujar Yusfa.

” Mungkin masih banyak orang Batam sendiri pun yang belum tahu bahwa ternyata di politeknik Batam ini sudah menyiapkan semua kebutuhan-kebutuhan untuk pasar kerja. Selesai kuliah bisa diterapkan dan bisa diserap di semua lapangan kerja yang ada di Batam,” ungkap Yusfa.

BACA JUGA:   Lanal Batam Donorkan Darah dan Plasma Konvalesen Serentak

Berbagai macam jurusan seperti multimedia animasi ada kemudian jurusan robotik ada jurusan pembuatan apa chip dan kemudian juga MRO perawatan pesawat ini semuanya adalah industri-industri maju.

Semua itu sekarang sedang dibutuhkan Bukan saja di Indonesia khususnya Batam, tetapi juga di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *