BATAMCLICM.COM: Jaringan Gas Bumi Batam terus diperluas. PGN Batam menargetkan total hampir 150.000 sambungan rumah tangga hingga 2030, seiring dengan strategi pemerintah menekan beban subsidi LPG dan mempercepat transisi energi domestik.
Area Head PGN Batam Wendi Purwanto menyatakan perseroan mengakselerasi pembangunan jaringan distribusi gas rumah tangga sebagai bagian dari agenda efisiensi energi nasional.
Ekspansi Bertahap hingga 2030
Sepanjang 2025, PGN Batam merealisasikan 4.005 sambungan rumah tangga. Pada 2026, perusahaan membidik tambahan 10.000 sambungan baru.
Selanjutnya, PGN merencanakan pembangunan 114.000 sambungan tambahan secara bertahap hingga 2030. Dengan demikian, total sambungan dalam program Jaringan Gas Bumi Batam diproyeksikan mendekati 150.000 rumah tangga pada akhir periode.
“4.005 ditambah 10 ribu, lalu 114 ribu, totalnya mendekati 150 ribu sambungan pada 2030,” ujar Wendi.
Ekspansi jaringan mencakup Kecamatan Nongsa, Lubuk Baja, dan Sekupang. Ketiga wilayah tersebut melengkapi jaringan eksisting di Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota sehingga cakupan distribusi gas bumi semakin luas.
Potensi Penghematan Subsidi Signifikan
Perluasan Jaringan Gas Bumi Batam berimplikasi langsung pada pengurangan konsumsi LPG bersubsidi. PGN memperkirakan tambahan 114.000 sambungan baru dapat menekan subsidi LPG hingga Rp79 miliar per bulan.
Secara tahunan, potensi efisiensi fiskal tersebut mendekati Rp1 triliun. Angka ini menjadikan Batam sebagai salah satu model pengalihan energi rumah tangga dari LPG tabung 3 kilogram ke jaringan gas bumi.
“Bukan menghilangkan subsidi, tetapi mengurangi dan mengalihkan. LPG 3 kg nantinya diprioritaskan untuk masyarakat hinterland yang masih kesulitan akses,” kata Wendi.
Tantangan Teknis dan Skema Instalasi
Di sisi operasional, PGN menghadapi kendala struktur tanah Batam yang mengandung bauksit keras sehingga memperlambat proses penggalian jaringan pipa.
Selain itu, mayoritas warga yang bekerja di kawasan industri menyebabkan keterbatasan waktu pemasangan di hari kerja. Perseroan menyesuaikan skema teknis untuk menjaga percepatan tetap sesuai target.
PGN menyediakan dua metode instalasi, yakni melalui pembobokan lantai dan jalur atas rumah. Opsi jalur atas dinilai lebih aman karena gas bumi lebih ringan dari udara sehingga jika terjadi kebocoran, gas akan langsung menguap dan tidak mengendap seperti LPG.
Skema Gratis Pemasangan dan Tingginya Permintaan
PGN membebaskan biaya pemasangan hingga 15 meter pipa di dalam rumah. Pelanggan hanya menanggung biaya tambahan apabila kebutuhan instalasi melebihi ketentuan teknis.
Untuk mempercepat realisasi proyek, PGN menggandeng subkontraktor dan tenaga kerja lokal. Saat ini, terdapat 46.000 calon pelanggan dalam daftar tunggu di luar target tahun berjalan.
Tingginya antrean tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap penggunaan jaringan gas bumi sebagai alternatif energi rumah tangga yang lebih stabil dan efisien.








