Frambusia di Kepri Mulai Teratasi

Kebersihan Dapur Gizi di Kepri menjadi fokus utama Dinkes untuk menjamin program Makan Bergizi Gratis aman dari keracunan. Hingga kini, 41 dapur beroperasi dan 165 ribu warga telah menerima manfaat.
Kebersihan Dapur Gizi di Kepri menjadi fokus utama Dinkes untuk menjamin program Makan Bergizi Gratis aman dari keracunan. Hingga kini, 41 dapur beroperasi dan 165 ribu warga telah menerima manfaat.

BATAMCLICK.COM: Kabar baik datang dari dunia kesehatan, khususnya terkait penyakit frambusia di Kepri. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengumumkan bahwa lima kabupaten resmi dinyatakan bebas dari penyakit menular kronis ini pada tahun 2025. Kelima daerah tersebut adalah Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Anambas.

Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, menjelaskan status bebas frambusia ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setelah melalui penilaian dan asesmen sejak tahun 2024.

“Dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, lima kabupaten sudah dinyatakan bebas frambusia. Sementara dua kota lainnya, yaitu Tanjungpinang dan Batam, masih dalam status pemantauan,” ujar Bisri di Tanjungpinang, Senin.

Mengenal Penyakit Frambusia

Frambusia merupakan penyakit menular jangka panjang yang disebabkan oleh bakteri treponema pertenue. Penyakit ini menyerang kulit, tulang, hingga tulang rawan, dan sering muncul dalam bentuk luka atau ruam, terutama pada anak-anak.

Penyebarannya terjadi melalui kontak langsung antara luka terbuka penderita dengan luka terbuka orang lain. Karena itu, kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih menjadi kunci penting untuk memutus rantai penularan.

Upaya Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Bisri menegaskan, status bebas frambusia yang sudah diberikan Kemenkes bisa saja dicabut apabila ditemukan kasus baru. Oleh sebab itu, upaya berkelanjutan seperti surveilans, pencegahan, serta edukasi masyarakat sangat dibutuhkan.

“Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pembangunan kesehatan yang berwawasan lingkungan harus terus dijaga agar status bebas ini bisa bertahan,” tegasnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala frambusia, misalnya benjolan kecil pada kulit.

“Kalau memang terindikasi frambusia, bisa langsung ditangani dengan pengobatan yang tersedia di puskesmas maupun rumah sakit,” tambah Bisri.

Harapan Kepri Bebas Frambusia Secara Menyeluruh

Dengan lima kabupaten sudah lepas dari frambusia, Dinkes Kepri berharap Tanjungpinang dan Batam segera menyusul. Upaya bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diyakini mampu mewujudkan Kepulauan Riau yang sepenuhnya bebas frambusia