Sebut Acara di Batam Sukses Besar, Perbasi Pacu Kualitas Atlet 3×3 Menuju Asian Games

Batamclick.com, BATAM – Penyelenggaraan kejuaraan basket 3×3 tingkat dunia di Batam, Kepulauan Riau, menuai respons positif dari para peserta dan pemain internasional. Kesiapan sarana, fasilitas, hingga dukungan penuh Komite Olimpiade Indonesia (NOC) di Batam dinilai telah memenuhi standar ketat Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).

Ajang internasional ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang untuk mengasah kualitas atlet nasional, mengejar poin pemeringkatan dunia, sekaligus memicu gairah olahraga basket di daerah.

Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi, menegaskan bahwa keterlibatan atlet Indonesia dalam kejuaraan berkelas dunia sangat krusial untuk meningkatkan keahlian, mental bertanding, dan kepercayaan diri pemain di tingkat internasional.

“Penting buat pemain-pemain kita supaya dapat banyak experience. Kuncinya, semakin banyak kompetisi berstandar dunia yang diikuti, semakin tumbuh skill dan kepercayaan diri mereka. Jadi jangan melihat hasil jangka pendek, ini investasi jangka panjang kita,” ujar Nirmala Dewi.

Dalam kejuaraan di Batam ini, Indonesia menerjunkan tiga tim pada kategori Challengers. Nirmala menyebut, keikutsertaan ini sangat strategis untuk mengumpulkan poin penting guna mewujudkan mimpi menembus Olimpiade, sekaligus menjadi ajang pemusatan latihan (TC) menuju Asian Games.

“Semakin banyak ikutan semakin bagus karena ini nambah poin buat Indonesia. Kalau kita mau go to Olympic, kita harus kumpulin banyak poin baik sebagai tuan rumah maupun peserta. Ajang ini juga jadi experience untuk tim 3×3 putra dan putri sekalian TC mereka untuk Asian Games nanti,” tambah Nirmala.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengprov Perbasi Kepulauan Riau, Suhadi, menyampaikan kebanggaannya atas apresiasi dari pemain-pemain kelas dunia terhadap kesiapan Batam sebagai tuan rumah.

Menurut Suhadi, selain promosi sport tourism, ajang ini menjadi pemicu motivasi bagi atlet daerah. Sektor 3×3 dinilai menjadi jalur paling potensial bagi Kepri untuk menembus Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang di NTT dan NTB.

“Kami bersama pengurus Kota Batam rutin menggelar kejuaraan 3×3 karena kita punya potensi besar lolos ke PON. Untuk kategori 5 on 5 persaingannya cukup berat karena kuotanya hanya 10 tim. Lewat animo tinggi dari ajang ini, para pecinta basket di Batam pasti termotivasi mempersiapkan tim agar bisa berprestasi di tingkat nasional,” jelas Suhadi.

Suksesnya gelaran tahun ini mendorong PP Perbasi dan Perbasi Kepri untuk memperjuangkan Batam sebagai tuan rumah kembali di masa mendatang dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kepri serta Pemerintah Kota Batam.

Mengenai ketidakhadiran tim Kepri pada edisi tahun ini meskipun mengantongi wildcard, Suhadi menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada kesempurnaan eksekusi acara sebagai tuan rumah. Namun, untuk edisi berikutnya, Perbasi Kepri berencana menurunkan tim yang diperkuat pemain berkualitas internasional.

“Tahun ini kita fokus pada penyelenggaraan dulu. Insyaallah tahun depan kita bentuk tim Kepri atau tim Batam. Seperti tim Taiwan yang diperkuat pemain dari Spanyol dan Serbia, untuk bersaing di level internasional ini kita juga perlu mengombinasikan dengan pemain internasional,” pungkas Suhadi.