BKKBN Kepri targetkan 6.181 akseptor KB baru sambut hari kontrasepsi

Batamclick.com,
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepulauan Riau menargetkan 6.181 akseptor keluarga berencana (KB) mengikuti pelayanan kontrasepsi dalam rangka menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September.

Kepala BKKBN Kepri Victor Palimbong mengatakan pelayanan KB gratis tersebut digelar serentak di seluruh kabupaten/kota sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehamilan.

“Kami laksanakan pelayanan KB gratis dari 7 September hingga 7 Oktober. Ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehamilan, pemenuhan kebutuhan ber-KB, serta hak setiap pasangan usia subur dalam memperoleh informasi dan pelayanan kontrasepsi yang aman, efektif dan berkualitas,” kata Victor saat dihubungi di Batam, Selasa.

Selain menargetkan 6.181 peserta KB baru, BKKBN Kepri juga menetapkan target 928 peserta untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan 2.403 peserta KB pascapersalinan selama periode pelayanan.

Ia mengatakan pelayanan dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota se-Kepri.

“Untuk menjangkau masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan, pelayanan juga dilakukan secara mobile melalui Mobil Unit Pelayanan (MUYAN),” katanya.

Victor mengatakan ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (alkon) di Kepri saat ini masih mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pelayanan.

“Untuk MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), penggunaan kontrasepsi implan masih menjadi pilihan yang paling banyak digunakan masyarakat,” kata Victor.

Menurut dia, pelaksanaan pelayanan KB secara gratis juga cenderung meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan kontrasepsi.

Untuk mencapai target tersebut, Penyuluh KB bersama kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) telah bergerak sebelum pelaksanaan kegiatan.

Mereka bertugas mengedukasi dan mengajak masyarakat mengikuti pelayanan, menggerakkan peserta pada hari pelaksanaan, hingga membantu mengawal pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan.

“Penyuluh KB dan lini lapangan aktif dalam mengajak dan menggerakkan masyarakat sebelum maupun pada hari pelaksanaan hingga mengawal dan membantu pencatatan serta pelaporan hasil pelayanan KB melalui aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA),” ujar Victor.

Sumber, Antara