ANAMBAS — Sejumlah calon penumpang Wings Air rute Jemaja–Batam memprotes pembatalan penerbangan yang dijadwalkan berangkat Jumat (23/1/2026). Mereka menilai pembatalan tersebut merugikan dan tidak disertai kompensasi yang layak.
Wings Air membatalkan penerbangan nomor IW1229 rute Jemaja–Batam. Maskapai menjadwalkan ulang penerbangan itu pada Senin (26/1/2026) pukul 14.30 WIB dengan nomor yang sama. Maskapai menyampaikan informasi pembatalan melalui pesan WhatsApp kepada para penumpang.
Dalam pemberitahuan tersebut, pihak maskapai hanya meminta persetujuan perubahan jadwal. Maskapai tidak menjelaskan alasan pembatalan secara rinci. Akibatnya, penumpang harus menunggu hingga tiga hari untuk keberangkatan berikutnya.
Sebanyak sekitar 19 calon penumpang memiliki agenda penting. Mereka memiliki keperluan dinas, kesehatan, dan bisnis. Seluruh agenda tersebut gagal terlaksana akibat pembatalan penerbangan. Para penumpang menuntut pertanggungjawaban dan kompensasi dari pihak maskapai.
Pertemuan Penting Terlesatkan
Salah satu penumpang, Muhammad Zikri Waldi, mengaku kecewa. Ia menilai fasilitas selama penundaan tidak memadai. Maskapai hanya menyediakan kamar hotel tanpa konsumsi.
“Saya gagal mengikuti agenda audiensi Pengurus Pusat IPASPI di Komisi III DPR RI pada 26 Januari 2026,” kata Waldi di Wisma Mintarti, Kecamatan Jemaja, Sabtu (24/1/2026).
Waldi menjelaskan keberangkatannya menggunakan dana pribadi. Ia tidak memakai anggaran pemerintah. Ia mengumpulkan dana perjalanan dari donasi rekan aparatur pengadilan di bawah Mahkamah Agung dari berbagai daerah.
“Selama tiga hari kami hanya mendapat kamar hotel tanpa makan. Kami menilai kompensasi ini tidak layak,” ujarnya.
Waldi menambahkan, seluruh penumpang sudah berada di Bandara Letung sesuai jadwal. Pihak bandara awalnya menginformasikan keterlambatan sekitar 80 menit. Petugas juga memberikan makanan ringan. Namun, setelah menunggu, pihak bandara menyampaikan pembatalan penerbangan.
“Petugas menyampaikan pesawat mengalami keretakan pada bagian kaca,” katanya.
Rugi Materian dan Waktu
Rina, warga Tarempa menyampaikan keluhan serupa. Ia hendak membawa suaminya berobat ke Rumah Sakit Awal Bros Batam. Ia mengaku maskapai menunda penerbangannya berulang kali.
“Maskapai menjadwalkan penerbangan saya pada 21 Januari. Lalu menundanya lagi ke 23 Januari. Terus undur lagi ke 26 Januari. Kami sudah satu minggu berada di Jemaja dan dua kali gagal berangkat,” katanya.
Rina menyebut waktu cutinya terbatas. Ia mengaku mengalami kerugian materiil dan tekanan psikologis akibat penundaan tersebut.
Kamar Hotel Jutaan Rupaih Hangus
Penumpang lain yang enggan disebutkan namanya juga mengaku mengalami kerugian bisnis. Ia gagal berangkat ke Singapura pada 24–26 Januari 2026. Ia sudah memesan hotel sebelum keberangkatan.
“Saya memesan hotel di Singapura senilai Rp4.247.000. Pembatalan penerbangan Letung–Batam membuat hotel hangus dan urusan bisnis gagal,” ujarnya.
Ia menyebut maskapai telah membatalkan jadwal penerbangannya sebanyak tiga kali. Maskapai membatalkan jadwal dari Rabu ke Jumat. Maskapai kembali menundanya hingga Senin.
Para penumpang menilai penundaan berulang menimbulkan kerugian materiil dan immateriil. Mereka juga menanggung biaya hidup tak terduga selama masa tunggu. Para penumpang mendesak Wings Air bertanggung jawab dan memberikan kompensasi sesuai ketentuan.
“Jika maskapai terus menelantarkan kami, kami mempertimbangkan tuntutan ganti rugi immateriil,” kata Waldi.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak Wings Air.








