Kepolisian bantu penanganan banjir yang rendam lima desa di Bulungan

BATAMCLICK.COM : Kepolisian membantu penanganan banjir yang melanda lima desa di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara yang dipicu hujan yang turun selama lima hari berturut-turut.

“Banjir menyebabkan ratusan rumah serta areal pertanian dan perkebunan terendam, infrastruktur vital masyarakat pun terdampak, seperti jalan dan fasilitas umum lainnya,” kata Kapolsek Tanjung Palas Timur, Iptu Firman Arifai, di Bulungan, Minggu.

Ia menyebutkan, pada Sabtu (22/6/2024) di Desa Tanjung Agung 60 rumah terendam banjir setinggi dada. Banjir tak hanya menggenangi rumah, tapi juga sebagian harta benda warga.

BACA JUGA:   Kepala BP Batam Dukung Pengembangan Sektor Pariwisata, Turis Singapura Dominasi Kunjungan ke Kota Batam

Di Desa Wonomulyo banjir menyebabkan sebanyak 500 keluarga terdampak. Masyarakat khawatir hujan masih akan turun.

Di Desa Sajau Metun, air menggenangi akses jalan hingga ketinggian satu meter, melumpuhkan aktivitas warga. Sebanyak 50 keluarga terdampak.

Di Desa Sajau Pura, banjir melanda dua RT dan 50 rumah terendam air setinggi paha orang dewasa. Beruntung, rumah warga di sini rata-rata rumah panggung, sehingga air tak sampai ke lantai rumah.

Di Desa Sajau Hilir, dua RT terendam banjir dan 125 rumah terdampak. Air naik hingga semata kaki orang dewasa. Banjir ini sedikit menghambat aktivitas warga dan menimbulkan kerugian materi.

BACA JUGA:   Berpacu Dengan Waktu, Kegiatan TMMD Kodim Pati Tidak Ada Libur

Iptu Firman Arifai beserta jajarannya turun langsung ke lokasi banjir. Mereka membantu warga yang terdampak, mengevakuasi mereka ke tempat yang aman, dan menyalurkan bantuan.

“Warga di Desa Tanjung Agung yang paling parah terdampak banjir, beberapa sempat mengungsi,” ujar Kapolsek.

Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait juga turun tangan membantu masyarakat terdampak. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan saat ini tengah diupayakan agar terdistribusi menyeluruh. Upaya penanganan pascabencana lainnya juga masih terus dilakukan.

Sumber : Antara