IHSG Diprediksi Bergerak Variatif Menyusul Rilis Data Uang Beredar dan Pergantian Dirjen Pajak serta Bea Cukai

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan bergerak variatif pada Jumat, di tengah pelaku pasar yang menanti data uang beredar (M2 Money Supply) bulan April 2025. IHSG dibuka menguat 39,38 poin atau 0,55 persen ke posisi 7.206,36. Indeks LQ45 juga naik 5,84 poin atau 0,72 persen ke posisi 820,85.

Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, memperkirakan IHSG akan konsolidatif di rentang 7.100 hingga 7.200. Di dalam negeri, perhatian tertuju pada data M2 yang menjadi indikator likuiditas uang beredar.

Ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat akibat perang dagang dan kenaikan utang, serta melebar defisit anggaran, membuat investor global melakukan diversifikasi portofolio ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pada hari yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengumumkan pergantian Direktur Jenderal Pajak dan Bea Cukai serta realisasi APBN 2025. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak menggantikan Suryo Utomo. Sementara itu, Letnan Jenderal Djaka Budi Utama ditunjuk sebagai Dirjen Bea Cukai menggantikan Askolani. Kedua posisi ini sangat strategis karena menyumbang hampir 70 persen dari total penerimaan negara.

Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan kuartal I 2025 sebesar 200 juta dolar AS atau 0,1 persen dari PDB, lebih rendah dari defisit 1,1 miliar dolar AS pada kuartal IV 2024.

Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menanti data New Home Sales April 2025 yang diperkirakan turun 4,7 persen month to month. Data klaim pengangguran AS per 17 Mei 2025 tercatat 227.000, lebih rendah dari perkiraan pasar.

Sementara itu, konsensus memperkirakan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada September 2025 di tengah ketidakpastian inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dari Eropa, data Retail Sales April 2025 Inggris diperkirakan tumbuh 4,5 persen year on year, mengindikasikan peningkatan konsumsi domestik.

Di pasar saham global, Wall Street ditutup beragam pada Kamis (22/5/2025). Dow Jones turun tipis ke 41.859,09, S&P 500 melemah 0,04 persen ke 5.842,01, dan Nasdaq naik 0,28 persen ke 18.925,73.

Pasar saham Asia pagi ini menunjukkan indeks Nikkei naik 0,71 persen ke 37.248,50, Shanghai sedikit menguat 0,02 persen, Hang Seng naik 0,38 persen, sedangkan Strait Times melemah 0,20 persen.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka