BATAMCLICK. COM: Ratusan calon siswa SMA Negeri 3 Batam hingga saat ini masih belum tertampung. Padahal proses belajar dan mengajar sekolah yang terletak di Kecamatan Batam Kota, Batam itu sudah berjalan kurang lebih dua minggu.
“Anak-anak kami belum diterima, pihak sekolah ngakunya tak punya wewenang, kepala dinas pun jawabnya tunggu instruksi gubernur, ” Ungkap Eli, salah seorang calon wali murid SMA Negeri 3 Batam.
Eli mengatakan jarak rumahnya dengan SMA Negeri 3 hanya sekitar 1 Kilo meter.
Saat pendaftaran online yang berpatokan pada zonasi, ia mendaftar pilihan pertama SMA Negeri 3 dan pilihan Kedua SMA Negeri 26 yang ada di kawasan Botania 1.
Namun saat pengumuman, Eli terkejut, pasalnya nama anaknya bukannya masuk di SMA Negeri 3 maupun SMA Negeri 26, tapi malah terpental ke SMA Negeri 15 yang berdomisili di Batu besar, Kecamatan Nongsa.
“Dari rumah saya ke sekolah itu (SMAN 15) jaraknya hampir 6 kilometer, terus itu jalur kendaraan berat, lori, macam mana mau saya lepas anak saya tiap pagi ke sekolah, tak tega saya, ” Ungkap Eli.
Ia sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak sekolah, namun hingga saat ini tidak ada jawaban yang pasti.
“Disuruh sabar terus, sementara anak kami belum sekolah, Anak-anak yang lain sudah pada masuk,” sebutnya.
Apa yang dialami Eli juga dialami oleh seratus lebih anak-anak lainnya.
Mereka “terlempar” ke SMA Negeri 15 Batubesar, SMA Negeri 21 Kabil yang jaraknya dari rumah mereka sekitar 5-6 kilo meter.
Selain itu jalur lalulintas menuju sekolah itu juga dinilai para orang tua cukup rawan, sehingga mereka tak sanggup menyekolahkan anaknya ke sana.
“Jauh, jalurnya kontainer, lihat lah, hampir tiap hari ada kecelakaan di Simpang Lampu Merah Taiwan itu, macamana kami mau tenang, ” Ungkap orang tua lainnya.
Mereka berharap anak-anaknya bisa diterima di SMA Negeri 3 Batam.
“Bayar uang pembangunan atau uang bangku pun kami tak masalah, asalkan anak kami dapat sekolah di SMA 3, dari pada jauh-jauh, ” Harapnya.
Seperti diketahui permasalahan PPDB untuk SMA Negeri di Batam ini sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun.
Lokal di sekolah SMA Negeri 3 kurang, sedangkan peminat ramai.
Tahun lalu, masalah PPDB di SMA Negeri 3 ini pun diselesaikan oleh Gubernur Kepri dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Anak-anak yang tak tertampung akhirnya bisa ditampung.
Untuk tahun ini, permasalahan belum terselesaikan, pasalnya Gubernur Kepri belum dapat berkunjung ke SMA Negeri 3 Batam, karena kondisi kesehatan.
Semoga hal ini dapat cepat diselesaikan, mengingat tahun ajaran baru sudah berjalan sekitar 2 minggu. (Bos)









