BATAM – Rencana pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 2, HM Rudi dan Aunur Rafiq, untuk meningkatkan status Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri, mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Beberapa pihak masih salah memahami tujuan utama dari program ini.
Juru bicara Tim Pemenangan Rudi-Rafiq, Candra Ibrahim, menegaskan bahwa Kota Tanjungpinang akan menjadi prioritas utama setelah HM Rudi dan Aunur Rafiq resmi berkantor di Dompak. Menurutnya, dalam dua tahun ke depan, perubahan signifikan di Tanjungpinang akan mulai terlihat.
“Pak Rudi menegaskan bahwa mereka tidak akan menunggu 100 hari kerja, tetapi akan langsung bekerja keras setelah dilantik,” ungkap Candra.
Namun, rencana pembangunan besar-besaran ini akan dimulai secara penuh pada APBD 2026, karena APBD 2025 sudah disahkan oleh pemerintahan saat ini. Meski begitu, Rudi dan Rafiq berencana untuk mengevaluasi struktur APBD tersebut setelah mereka dilantik pada awal tahun 2025, sehingga pada tahun 2027 dampak dari perubahan itu akan mulai dirasakan. Pemerintah Provinsi Kepri juga akan bekerja sama erat dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mewujudkan program-program pembangunan ini.
Salah satu fokus utama HM Rudi adalah memperbaiki akses masuk ke Kota Tanjungpinang, khususnya melalui pelabuhan. Pelabuhan akan ditingkatkan untuk menjadi lebih aman dan nyaman, sekaligus memperbaiki moda transportasi laut. Para pemilik kapal feri akan didorong untuk menyediakan kapal yang lebih nyaman bagi penumpang.
“Jika transportasinya nyaman, bersih, ber-AC, dan penumpang tidak dicampur dengan barang-barang beraroma tak sedap, maka lebih banyak orang yang akan berkunjung ke Tanjungpinang. Wisatawan dari Batam pun akan lebih sering ke sini untuk menikmati destinasi wisata baru,” tambah Candra.
Tak hanya itu, infrastruktur jalan dari pelabuhan menuju pusat kota juga akan diperbaiki dan ditata ulang untuk meningkatkan kenyamanan penduduk dan wisatawan. Meskipun tidak akan sebesar jalan-jalan di Batam yang telah dilebarkan oleh HM Rudi menjadi lima lajur, penataan jalan di Tanjungpinang akan disesuaikan dengan kebutuhan penduduk setempat, yang jumlahnya sekitar 204 ribu jiwa.
HM Rudi berkomitmen untuk membawa perubahan nyata bagi Tanjungpinang, dengan fokus pada infrastruktur yang mendukung pertumbuhan kota tanpa melupakan kebutuhan masyarakat. ***









