Dua Putra Jepara Bertemu di Kupang, Kisah Kababinkum TNI dan Kajati NTT yang Ternyata Satu Almamater SMA

Batamclick.com, KUPANG – Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI, Laksda TNI Farid Ma’ruf, S.H., M.H., menggelar kunjungan silaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Roch Adi Wibowo, S.H., M.H., di Kota Kupang,

Pertemuan strategis ini menjadi bagian dari cetak biru penguatan sinergitas dan kolaborasi taktis antara institusi Babinkum TNI dengan korps adhyaksa guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di bidang penegakan hukum nasional.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, kedua pimpinan membahas berbagai isu krusial terkait penegakan hukum.

Salah satu fokus utama pembicaraan adalah tindak lanjut pedoman pelaksanaan hukum formil sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983, yang sejauh ini masih berlaku pasca-disahkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Selain itu, dibahas pula urgensi sosialisasi dari jajaran kejaksaan kepada para penyidik Perwira TNI Angkatan Udara terkait hukum udara demi mengantisipasi terjadinya kekosongan hukum (rechtvacuum) dalam implementasi aturan baru.

Laksda TNI Farid Ma’ruf menegaskan bahwa koordinasi antarlembaga tidak boleh berhenti di atas kertas atau sekadar komunikasi formal semata.

Menurutnya, kesepahaman visi harus diwujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata yang berkelanjutan di lapangan.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkokoh soliditas Babinkum TNI dan Kejaksaan dalam mendukung kepastian hukum serta penegakan hukum yang profesional,” tutur Farid.

Di balik pembahasan isu formal negara, pertemuan ini ternyata memiliki nilai emosional yang tinggi. Kababinkum TNI dan Kajati NTT rupanya merupakan alumni dari almamater yang sama, yaitu SMA Negeri 1 Jepara. Kesamaan latar belakang masa muda ini membuat suasana koordinasi mencair dan penuh keakraban.

Setelah menempuh jalan karier yang berbeda di jalurnya masing-masing, takdir mempertemukan kembali kedua putra terbaik Jepara ini di gerbang timur Indonesia sebagai nakhoda instansi penegak hukum yang vital.

Momen unik ini menjadi simbol bahwa kesolidan antar-institusi tidak hanya kokoh lewat jalur struktural, melainkan kian kuat berkat ikatan persaudaraan dan semangat pengabdian yang sama demi menjaga kedaulatan hukum NKRI.