BST Natuna menjadi angin segar bagi warga di pulau-pulau terpencil yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus bergerak menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), menggandeng PT Pos Indonesia agar bantuan sampai tepat waktu dan tepat sasaran.
Kerja Sama Demi Akses yang Merata
Dinas Sosial Kabupaten Natuna menyadari, kondisi geografis daerah yang terdiri dari gugusan pulau menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, mereka memilih PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi.
“Pos Indonesia punya jaringan hingga ke pulau-pulau kecil. Itu sangat membantu kami dalam menyalurkan, memantau, sekaligus memastikan pelaporannya berjalan rapi,” ujar Mardi Handika, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Natuna, Sabtu (21/6/2025).
Kerja sama ini bukan sekadar teknis distribusi. Lebih dari itu, ini adalah bentuk kepedulian negara yang hadir di tengah masyarakat, bahkan yang tinggal di pelosok-pelosok kepulauan.
665 Keluarga Terima Bantuan Tahap Pertama
Penyaluran BST di Natuna merupakan bagian dari Program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Pada tahap pertama, sebanyak 665 keluarga menerima bantuan tunai dengan total anggaran Rp800 juta.
Setiap keluarga mendapatkan Rp200 ribu per bulan, dan langsung menerima akumulasi untuk enam bulan, yakni Januari hingga Juni 2025, sehingga total bantuan per KPM mencapai Rp1,2 juta.
“Kami salurkan secara bertahap, agar proses berjalan lancar dan bisa dimonitor dengan baik,” kata Mardi.
Distribusi Langsung di Kecamatan, Bupati Turun Tangan
Penyaluran terbaru berlangsung di Kecamatan Bunguran Timur pada Jumat (20/6/2025), melalui Kantor Pos Ranai. Suasana haru dan harapan menyelimuti wajah para penerima bantuan. Di tengah antrean yang rapi, Bupati Natuna Cen Sui Lan hadir langsung memantau proses penyaluran.
Kehadiran bupati memberi semangat bagi warga yang selama ini merasa jauh dari pusat pemerintahan. Bantuan ini, bagi banyak dari mereka, bukan hanya uang tunai, tetapi simbol hadirnya negara di tengah kehidupan yang serba terbatas.
Harapan untuk Tahap Kedua
Pemerintah daerah menegaskan bahwa program ini tidak berhenti di sini. Mereka telah merencanakan penyaluran BST tahap kedua.
“Bantuan ini memang tidak besar, tapi sangat berarti untuk masyarakat miskin ekstrem. Kami berharap warga memanfaatkannya dengan baik,” tutur Mardi.
Sumbe: Antara









