BATAMCLICK.COM: Setiap tahun, saat kalender pendidikan memasuki bulan pendaftaran murid baru, layar gawai para orang tua di Batam serentak dibuka. Ada harap, ada cemas—semua demi satu hal: memastikan anak mereka mendapatkan tempat terbaik di sekolah negeri.
Menghadapi antusiasme luar biasa dari para pendaftar, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam tidak tinggal diam. Untuk tahun ajaran 2025/2026, mereka telah menyiapkan tiga server: satu utama dan dua cadangan. Semua itu demi menjawab kekhawatiran akan gangguan teknis seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sudah lakukan simulasi sejak Kamis lalu. Harapannya, tidak ada kendala berarti saat pendaftaran dibuka nanti,” ujar Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, saat dihubungi, Senin (19/5/2025).
Tri Wahyu tak ingin pengalaman buruk seperti situs yang tak bisa diakses atau server yang tumbang kembali terulang. Karena bagi banyak keluarga, terutama yang penghasilannya terbatas, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bukan sekadar prosedur administratif—melainkan perjuangan untuk masa depan.
Tahun ini, Disdik Batam juga meluncurkan situs baru yang lebih stabil dan ramah pengguna: https://spmbbatam.id. Platform ini menjadi wajah pertama dari sistem baru yang lebih terstruktur dan adil.
Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Disdik mengalokasikan 16.640 kursi, dengan komposisi kuota:
80 persen untuk jalur domisili,
15 persen afirmasi (untuk masyarakat kurang mampu),
dan lima persen untuk jalur mutasi.
Sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), disediakan 16.695 kursi, yang terbagi menjadi:
45 persen jalur domisili,
25 persen afirmasi,
lima persen mutasi,
serta 25 persen jalur prestasi.
“Khusus jalur prestasi di SMP, ini jadi perhatian utama kami karena menyumbang seperempat dari total kuota. Kita ingin memberikan ruang bagi anak-anak berbakat,” jelas Tri Wahyu.
Jumlah kuota tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, yang hanya menyediakan 13.040 kursi SMP dan 14.228 kursi SD.
Di tengah perjuangan orang tua dan anak-anak meraih masa depan lewat pendidikan, Disdik Batam berharap seluruh proses PPDB berjalan mulus. Tidak ada lagi orang tua yang harus menunggu dengan waswas, tidak ada lagi anak yang kecewa hanya karena sistem yang tidak siap.
Karena bagi banyak keluarga, sebuah kursi di sekolah negeri bukan sekadar bangku—melainkan jembatan menuju cita-cita.(rizka)
Editor: Abd Hamid









