Parkir Jakarta Ruwet dan Bocor Triliunan, Pemprov Pertimbangkan BUMD Khusus

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka wacana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus untuk menangani persoalan parkir yang selama ini dinilai tidak tertata dan rawan kebocoran pendapatan.

Wacana ini mencuat setelah adanya dorongan dari DPRD DKI Jakarta yang menilai sistem parkir di Ibu Kota perlu dikelola secara lebih profesional dan modern.

“Ya nanti kami akan diskusikan secara lebih mendetail,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo di Balai Kota, Selasa (20/5).

Ia mengakui, sistem parkir Jakarta sudah terlalu lama stagnan, bahkan tak mengalami perubahan berarti dalam 15 tahun terakhir. Padahal, kebutuhan akan sistem yang lebih tertib dan transparan semakin mendesak seiring meningkatnya kendaraan dan ruang parkir liar.

Untuk itu, Pramono menyatakan dukungannya terhadap penerapan sistem nontunai atau cashless. Menurutnya, sistem tersebut dapat menghadirkan pengelolaan yang lebih tertib dan efisien.

“Mudah-mudahan bisa segera kita tangani,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, mengungkapkan kekhawatiran soal masifnya parkir liar yang dikelola organisasi masyarakat (ormas) di berbagai sudut Jakarta. Menurutnya, praktik ini membuat potensi pendapatan daerah bocor hingga triliunan rupiah.

“Kita tahu, parkir liar ini kan sebagian besar dikelola oleh ormas. Kalau dibiarkan begitu saja, akan ada kebocoran-kebocoran. Kalau saya cek, secara kasar, kebocoran di parkir ini luar biasa. Angkanya bisa sampai triliunan,” jelas Kenneth.

Ia pun mendorong agar ormas-ormas ini tidak dijadikan musuh, melainkan diajak berkolaborasi secara formal agar pengelolaan parkir menjadi lebih tertib dan pendapatan bisa ditingkatkan.

Tak hanya itu, Kenneth juga menyarankan agar pengelolaan parkir dilelang secara terbuka dan diserahkan kepada pihak swasta. Menurutnya, model kerja sama ini akan menghadirkan sistem yang lebih akuntabel karena semua aturan main bisa dibuat secara jelas sejak awal.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk merapikan wajah perparkiran Ibu Kota—antara menata yang semrawut, menutup celah kebocoran, dan memberdayakan masyarakat secara adil dalam sistem yang profesional.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka