UEFA Selidiki Dugaan Rasisme di Laga Rangers Vs Slavia Praha

Batamclick: Pertandingan Liga Europa antara Rangers vs Slavia Praha diduga diwarnai insiden rasisme. UEFA membuka penyelidikan atas kasus tersebut.

Rangers vs Slavia Praha berlangsung di Ibrox Stadium, Jumat (19/3/2021) dini hari WIB, dalam leg kedua 16 besar Liga Europa. Pertandingan berjalan sengit dan keras.

Dua kartu merah diberikan kepada dua pemain Rangers, Kemar Roofe dan Leon Balogun. Laga tuntas dengan kemenangan Slavia Praha 2-0, sekaligus memastikan tim asal Republik Ceko itu lolos ke perempatfinal dengan agregat 3-1.

Tensi panas antar tim berlanjut ketika pertandingan selesai. Bek Slavia Praha, Ondrej Kudela, dilaporkan bersikap rasis kepada gelandang Rangers, Glen Kamara.

BACA JUGA:    Perkuat Koordinasi dan Sinergi untuk Majukan Kesehatan Kepri, Yanuarman Pimpin IDI Kepri

Kudela dituding mengolok-olok Kamara dengan hinaan rasisme dan menyebutnya sebagai ‘monyet sialan’. Aksinya itu membuat Kudela bonyok kena bogem mentah dari tim Rangers di lorong pemain.

Manajer Rangers, Steven Gerrard, meminta UEFA menggelar investigasi atas kasus rasis itu. Ada pun Kudela membantah tuduhan tersebut dan mengklaim dirinya menggertak Kamara tanpa bermaksud rasis.

“Saya bilang ke dia ‘kamu keparat’. Itu dikatakan secara emosional setelah dua kartu merah dan serangkaian intervensi brutal oleh lawan, tapi saya sama sekali membantah tuduhan rasisme,” kata Kudela kepada kepada Ceko Sport, seperti dilansir Mirror.

BACA JUGA:   Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong Bawa Kabur Barang

UEFA pun turun tangan atas insiden Kudela dengan Kamara. Badan sepakbola tertinggi Eropa itu membuka penyelidikan guna mencari informasi lebih jauh terkait dugaan rasisme di laga Rangers vs Slavia Praha.

“Sesuai dengan Pasal 31 (4) Peraturan Disiplin UEFA, Inspektur Etika dan Disiplin akan melakukan penyelidikan terkait insiden yang terjadi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Eropa 2020/21 antara Rangers FC dan SK Slavia Praha pada 18 Maret 2021,” begitu isi pernyataan resmi UEFA.

“Informasi lebih lanjut mengenai investigasi ini akan tersedia pada waktunya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *